PSM Makassar
Sekjen The Macz Man Minta Pelatih Baru PSM Segera Diumumkan
PSM Makassar belum umumkan pengganti Milomir Seslija dari kursi pelatih kepala. Sekjen The Macz Man, Mustafa meminta manajemen segera mengumumkan
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PSM Makassar belum umumkan pengganti Milomir Seslija dari kursi pelatih kepala.
Milomir Seslija dan Manajemen PSM sepakat menyudahi kerja sama lebih cepat. Direktur Utama PSM, Munafri Arifuddin menyampaikan hal tersebut pada Kamis (25/11/2021).
Alasan menyudahi kerja sama karena pelatih asal Bosnia Herzergovina tersebut dinilai gagal membawa PSM bersaing di papan atas klasemen Liga 1 2021-2022.
Milomir Seslija hanya menukangi PSM hingga pekan ke-13.
Di bawah kendalinya, PSM hanya mengantongi empat kemenangan, lima kali imbang dan empat kekalahan.
Hasilnya, Laskar Pinisi mengoleksi 17 poin dan berada di peringkat 10.
Manajemen PSM menunjuk Syamsuddin Batola sebagai karateker pelatih. Namun, di tangan pelatih 54 tahun ini, penampilan PSM belum membaik.
Tiga pertandingan dijalani, hanya meraih dua poin. Hasil dua kali imbang dan satu kali kalah. PSM baru-baru ini harus kalah dengan skor telak 3-0 dari Persija pada pekan ke-16 Liga 1, Selasa (7/12/2021).
Posisi klub kebanggaan masyarakat Sulsel ini terancam turun ke papan bawah klasemen. Untuk sementara, PSM berada di peringkat 11 dengan 19 poin.
Posisinya bisa diambil alih oleh Madura United jika, Laskar Sapeh Kerrap bisa mengalahkan Bali United pada laga hari ini, Kamis (9/12/2021) pukul 21.30 Wita.
Sekjen The Macz Man, Mustafa meminta manajemen segera mengumumkan sosok pelatih baru PSM.
Jika perlu, juru taktik baru tersebut sudah menukangi Zulkifli Syukur cs di laga lawan Persiraja Banda Aceh pada pekan ke-16 Liga 1 atau laga penutup putaran pertama Liga 1.
“Ya harus cepat dan seharusnya sudah ada pelatih kepala pada laga berikutnya saat PSM berjibaku dengan Persiraja Banda Aceh pada Senin (13/12/2021),” katanya melalui pesan WhatsApp, Kamis (9/12/2021).
Sebab jika lambat, menurut dia, bisa saja PSM terancam masuk ke zona degradasi.
“Jika tidak maka bayang-bayang degradasi akan semakin terasa,” ucap pria akrab disapa Pak Mus ini.