Headline Tribun Timur
Pengungsi Banjir Bertambah
Hujan tak henti mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan menyebabkan banjir di enam kecamatan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hujan tak henti mengguyur Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (4/12) hingga Senin (6/12), menyebabkan banjir di enam kecamatan.
Yaitu Biringkanaya, Manggala, Panakkukang, Rappocini, Tamalanrea, Tamalate. Mengakibatkan ribuan rumah terendam.
Sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan juga dilanda banjir. Seperti Maros, Pangkep, Barru, Pare-pare, Pinrang dan Soppeng.
BMKG Makassar mengatakan banjir yang mengepung Kota Makassar pada awal pekan ini akibat tingginya curah hujan dalam tiga hari terakhir.
Bahkan curah hujan ini tertinggi dalam 20 tahun terakhir di Kota Makassar.
Data terbaru diproleh Tribun dari Penanggung Jawab Data Siaga Banjir Makassar, Aswin Harun, Rabu (8/12), jumlah warga Makassar yang mengungsi akibat banjir bertambah dari 3.206 jiwa menjadi 4.809 jiwa.
Tersebar di 55 titik pengungsian yang disiapkan pemerintah setempat.
"Dalam waktu sehari, ada peningkatan pengungsi sebesar 1.609 jiwa,” ucap Aswin.
Menurutnya, ada lima kecamatan terdampak paling parah.
Yaitu Kecamatan Manggala dengan jumlah pengungsi 1.214 jiwa dan diungsikan di 30 titik pengungsian.
Kecamatan Tamalate 700 jiwa, tersebar di dua tempat pengungsian.
Kecamatan Panakkukang 621 jiwa dengan sembilan titik pengungsian.
Kecamatan Tamalanrea 82 jiwa dengan lima titik pengungsian.
Sedangkan Kecamatan Biringkanaya dan Rappocini tetap menyediakan tempat pengungsian meskipun warga setempat belum mau dievakuasi.
"Titik pengungsian yang disediakan ada 55, paling banyak memang di Manggala karena di sana banyak yang terdampak, genangannya tinggi," paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/korban-banjir-beristirahat-di-masjid-at-thoyyiba-kompleks-swadaya-mas-2.jpg)