Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

SOSOK Siskaeee Wanita Pemeran Video Asusila di Bandara, Hidup Nomaden Pernah Diminta Layani Musisi

Siskaeee sendiri mengaku ia bukanlah wanita yang bisa dibooking begitu saja untuk melakukan aktivitas seksual.

Tayang:
Editor: Hasriyani Latif
Twitter
Siskaeee wanita pemeran video asusila di Bandara kini sudah ditangkap. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Berakhir sudah pencarian perempuan yang memainkan bagian sensitifnya di bandara.

Siskaeee terduga pelaku kini diciduk polisi.

Ia ditangkap saat turun dari kereta api di Bandung pada Sabtu (4/12/2021).

Jauh sebelum ia berurusan dengan aparat hukum, Siskaeee pernah membuat pengakuan mengejutkan.

Ia blak-blakan banyak yang mengajaknya berhubungan badan, termasuk musisi dan pejabat.

Bagaimana cerita lengkapnya?

Siskaee tengah menjadi sorotan lantaran aksinya dalam sebuah video.

Polisi menunjukkan screenshot video viral Siskaeee (kiri) dan Siskaeee saat sedang melakukan aksi vulgar di Bandara Yogyakarta International Airport, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta.
Polisi menunjukkan screenshot video viral Siskaeee (kiri) dan Siskaeee saat sedang melakukan aksi vulgar di Bandara Yogyakarta International Airport, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. (TRIBUN JOGJA/tangkap layar video Siskaeee)

Video Siskaeee viral di media sosial karena aksinya memainkan organ vital di parkiran Bandara Yogyakarta International Airport (YIA).

Video vulgar Siskaee yang dilakukan di bandara Yogyakarta International Airport (YIA) beredar di salah satu akun Twitter yang berdurasi 1 menit 23 detik.

Dalam adegan video tersebut terlihat wanita berkacamata hitam membuka baju yang dikenakannya dan tampak berpose beberapa kali dan tingkahnya direkam oleh rekannya.

Polres Kulonprogo bertindak bekerja sama dengan PT Angkasa Pura I Bandara YIA.

Lokasi perekaman video vulgar tersebut pun dicek.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Muharomah Fajarini mengatakan lokasinya berada di parkir lantai 2 sisi barat bandara.

Padahal di lokasi tersebut, pihak bandara memasang sebuah rambu sekitar Oktober 2020 lalu.

"Untuk pengambilan gambar di lokasi ada sebuah rambu apabila dipasangi kamera, pemain itu seharusnya terlihat, tapi saat video itu ada di rambu tidak terlihat sehingga apabila video itu tidak terlihat ada kemungkinan video itu direkam sebelum rambu itu dipasang," jelasnya saat konferensi pers di Polres Kulonprogo, Kamis (2/12/2021).

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved