Penyerangan Asrama Mahasiswa

UIM: Penyerangan Asrama Mahasiswa Tidak Ada Kaitannya dengan Aktivitas Internal Kampus

Dipicu ketersinggungan personal. Tidak mengatasnamakan lembaga apapun, baik eskternal maupun internal kampus, apalagi lembaga organisasi asal daerah

Editor: AS Kambie
Dok Pribadi dr Wachyudi Muchsin
dr Wachyudi Muchsin, Kabag Humas dan Kerjasama UIM 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Aksi saling serang mahasiswa yang melibatkan nama organisasi asal daerah di Makassar diharapkan tak terulang lagi. Penyerangan asrama mahasiswa di Makassar ini disebut murni dipicu persoalan personal.

Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Majdah Muhyiddin Zain melalui Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama, Kabag Humas dan Kerjasama UIM dr Wachyudi Muchsin SKed SH MKes mengatakan, penyerangan asrama mahasiswa tak ada kaitannya dengan kampus.

“Ibu Rektor sampaikan bahwa penyerangan asrama mahasiswa itu tak ada hubungannya dengan kampus. Meski demikian, kami akan terus berjuang menciptakan suasana kondusif dalam kampus, seraya meminta pihak terkait di luar kampus untuk ikut bersama-sama menciptakan suasana kondusif,” jelas Wachyudi Muchsin di Makassar, Minggu, 28 November 2021, petang.

Menurut Wachydi Muchsin, berdasarkan informasi yang diperoleh, kejadian berawal di luar kampus.

Pun penyerangan asrama mahasiswa itu dipicu murni karena ketersinggungan personal. Tidak mengatasnamakan Lembaga apapun, baik eskternal maupun internal kampus, apalagi lembaga organisasi kedaerahan atau organda.

“Jadi kejadiannya murni ketersinggungan personal dan terjadi di luar kampus. Kemudian saat kejadian, ada di antara yang terlibat itu berlari masuk kampus sehingga terjadilah dalam kampus kejadian yang disebut penyerangan itu,” kata Wachyudi Muchsin.

Dia berharap pemerintah kepala daerah masing-masing yang disebut asal mahasiswa yang terlibat tidak tinggal diam.

“Ibu Rektor berharap agar pemerintah daerah masing-masing pihak yang terkait turun tangan. Karena bagaimanapun, informasi yang terjadi di Makassar ini pasti sudah menyebar ke daerah masing-masing. Dan kepala daerah sebagai pembina mahasiswa dari daerah masing-masing tidak boleh berlepas tangan, seperti yang terjadi selama ini,” jelas Wachyudi Muchsin,

Menurutnya, kejadian penyerangan asrama mahasiswa di Makassar nyaris tak pernah terjadi lagi.

Makanya, Rektor UIM Dr Majdah Muhyiddin Zain berharap agar suasana yang terbina selama ini tidak tercoreng.

“Ibu Rektor mengatakan, selama ini suasana kampus dan asrama mahasiswa di Makassar sudah sangat harmoni. Itu terjadi karena keterlibatan pemerintah asal daerah mahasiswa masing-masing,” ujar Wachyudi Muchsin.

“Semoga kejadian pada Jumat  26 November 2021 malam, dan kejadian pada Minggu, 28 November 2021 malam, tidak terulang lagi,” kata Wachyudin Muchsin meneruskan pesan Rektor UIM Dr Majdah Muhyiddin Zain.

Pada Jumat, 26 November 2021, sekitar pukul 21.10 wita, sekretariat organisasi mahasiswa di kampus Universitas Islam Makassar ( UIM ), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, didatangi puluhan pria.

Mereka membawa senjata tajam.

Akibat serangan itu, seorang mahasiswa mengalami luka serius. Pergelangan tangannya nyaris putus kena sabetan parang.

Korban segera dibawa ke RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, dan mendapat perawatan.

Kemudian pada Minggu, 28 November 2021, malam, asrama mahasiswa di Jalan Sungai Limboto, Makassar, didatangi belasan orang bertopeng.

Gedung asrama dilempari bom molotov dan seorang penghuni asrama terluka. Tangannya putus kena sabetan parang.

Polisi menduga, dua serangan itu saling berkaitan.(*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved