Breaking News:

BHP Makassar

BHP Makassar Tetapkan Dua Warga Kendari Sebagai Pengampu

Tim Balai Harta Peninggalan (BHP) Makassar menetapkan dua warga di Kota Kendari, Sultra sebagai pengampu terhadap keluarganya

Editor: Suryana Anas
BHP Makassar Tetapkan Dua Warga Kendari Sebagai Pengampu - bhp-makassar-menetapkan-dua-warga-di-kota-kendari-sultra-sebagai-pengampu-2.jpg
BHP Makassar
Tim Balai Harta Peninggalan (BHP) Makassar menetapkan dua warga di Kota Kendari, Sultra sebagai pengampu terhadap keluarganya, 22 hingga 24 November 2021.
BHP Makassar Tetapkan Dua Warga Kendari Sebagai Pengampu - bhp-makassar-menetapkan-dua-warga-di-kota-kendari-sultra-sebagai-pengampu-1.jpg
BHP Makassar
Tim Balai Harta Peninggalan (BHP) Makassar menetapkan dua warga di Kota Kendari, Sultra sebagai pengampu terhadap keluarganya, 22 hingga 24 November 2021.

TRIBUN-TIMUR.COM, KENDARI - Tim Balai Harta Peninggalan (BHP) Makassar menetapkan dua warga di Kota Kendari, Sultra sebagai pengampu terhadap keluarganya, 22 hingga 24 November 2021.

BHP yang bertindak sebagai Pengampu Pengawas (Toeziende Curator) menetapkan pemohon atas nama Muadz Amrin sebagai pengampu terhadap ayahnya, Amri Adi Andi, dan pemohon Sriyani sebagai pengampu terhadap ayahnya, Tani.

Pengampuan terhadap Muadz berdasarkan penetapan Pengadilan Negeri Kendari nomor 71/Pdt.P/2021/PN.Kdi, sementara pengampuan terhadap Sriyani berdasarkan penetapan PN Kendari nomor 70/Pdt.P/2021/PN Kdi.

Prosesi penetapan pengampuan ini dilakukan oleh Tim BHP Makassar yang terdiri dari Efraim Tana (Anggota Teknis Hukum), Andi Malika (Kepala Seksi Harta Peninggalan Wilayah 1), dan Hardianti (Analisis Hukum).

Pengampuan terhadap Muadz Amrin atas ayahnya, Amrin Adi Andi, karena orangtuanya tersebut sedang mengalami gangguan jiwa.

Begitu juga pengampuan terhadap Sriyani atas ayahnya, Tani, karena ayah bersangkutan yang berumur 113 tahun juga tengah sakit.

Proses penyumpahan pengampun berlangsung khidmat dan lancar di rumah masing-masing pengampu.

Sebelum berpamitan ATH dari BHP Makassar, Efraim Tana, berpesan kepada pengampu atau sebagai wali pengampuan agar menjalankan kewajibannya dengan baik.

"Tolong dijaga bapaknya. Semoga menjadi ladang amal dan berkah yang berlimpah karena menjaga, merawat dan mengurus hak dan kewajiban serta mengelolah harta orang tua dengan baik," pesannya.

BHP selaku Pengawas Pengampu juga mengingatkan kedua pengampu agar selalu berkoordinasi dalam mengelola, menggunakan harta si terampu.

Bila pengampu mengabaikan peran pengawas pengampu (BHP) maka BHP dapat memecat pengampu atau membatalkan suatu perbuatan atau perjanjian sebagaimana diatur dalam Pasal 418 KUHPerdata.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved