Breaking News:

Peresmian Bendungan Karalloe

Live Streaming Presiden Jokowi Resmikan Bendungan Karalloe di Gowa, Anggarannya Rp 1,2 T

Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Karalloe di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ( Sulsel )

Editor: Edi Sumardi

TRIBUN-TIMUR.COM - Presiden RI, Joko Widodo atau Jokowi meresmikan Bendungan Karalloe di Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ( Sulsel ), Selasa (23/11/2021) hari ini.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi membuka tuas pintu air sekaligus menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Bendungan Karalloe.

Bendungan Karalloe berkapasitas 40,53 juta m3 dan siap menjaga kontinuitas suplai air irigasi ke lahan pertanian. 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono sebagaimana siaran pers Kementerian PUPR mengatakan, pengelolaan sumber daya air dan irigasi terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

Di samping itu, kehadiran bendungan juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal.

Jokowi Hattrick ke Sulsel, Bakal Resmikan Bendungan Karalloe Jeneponto Dijaga 1.500 Pengamanan

Bendungan Karalloe mulai dibangun Kementerian PUPR melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jenebarang, Ditjen Sumber Daya Air sejak Desember 2013 atau di era Susilo Bambang Yudhoyono menjabat Presiden RI.

Saat ini progres fisik bendungan sudah diatas 90 persen dan ditargetkan selesai pada Juli 2021.

Dengan luas genangan 248,50 Ha, suplai air bendungan ini akan digunakan untuk  mengairi lahan irigasi seluas 7.004 Ha, sumber air baku 440 liter/detik, pembangkit listrik mikrohidro 4,5 MW, dan pengendali banjir untuk Kabupaten Gowa sebesar 49 m3/detik.

Selain berfungsi sebagai konservasi air, Bendungan Karalloe juga memiliki potensi sebagai destinasi pariwisata karena di sekelilingnya terdapat hutan sehingga udaranya masih sejuk dan bersih. 

Pengerjaan konstruksi bendungan terbagi dalam dua paket yakni Paket I mencakup pembangunan bendungan utama, bangunan pelimpah, relokasi dan rehabilitasi jalan menuju bendungan, dan terowongan pengelak dengan kontraktor pelaksana PT Nindya Karya (Persero).

Biaya pengerjaan Paket I bersumber dari APBN pada tahun anggaran jamak (2013-2019) sebesar Rp 568 miliar.

Paket II merupakan lanjutan paket I yang dianggarkan sebesar Rp 657 miliar bersumber dari APBN TA 2008 – 2020 (multi years).

Pekerjaan paket II meliputi timbunan tubuh bendungan, proteksi galian, intake, instrumentasi, hidromekanikal, serta pembangunan instrumen yang bersifat mekanikal dan elektrik dengan kontraktor KSO (kerjasama operasional) PT Nindya Karya (Persero)-PT Rezeki.

Lokasi Bendungan Karalloe yang menghabiskan anggaran Rp 1,2 triliun itu berjarak 137 Km ke arah tenggara Kota Makassar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved