Menang Festival Film Indonesia, Film 'Lika Liku Laki' Garapan Anak MakassarTayang di Jogja
Berkat kecerdasannya, Khozy mendapatkan nominasi untuk kategori Film Cerita Pendek Terbaik di Festival Film Indonesia.
Penulis: Kasdar Kasau | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Film 'Lika Liku Laki' berhasil menjadi pemenang dalam ajang Festival Film Indonesia.
Film ini disutradarai oleh anak muda asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Khozy Rizal.
Dalam waktu dekat, film “Lika Liku Laki” akan diputar di program Light of Asia di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2021, Sabtu (27/11/2021) mendatang.
Film tersebut ia buat tahun 2020, bercerita tentang seorang remaja bernama Akbar yang berpura-pura untuk menyukai sepak bola untuk bisa berbaur dengan teman-teman baru di kampus.
"Inspirasinya sebenarnya berdasarkan dari keresahan sendiri terhadap maskulinitas toksik dan berusaha mengeksplorasi bagaimana pengaruhnya ke kesehatan mental," jelas pria yang akrab disapa Ozy.
Ozy mengatakan, spesifik film ini fokus pada pengaruhnya terhadap kesehatan mental laki-laki.
Ia menjelaskan, maskulinitas toksik merupakan nilai-nilai maskulinitas dari masyarakat yang beracun yang selalu diharuskan diadopsi oleh-oleh laki-laki.
"Misal seperti laki-laki tidak boleh menangis, laki-laki tidak boleh baper, laki-laki harus kuat dan lain sebagainya," terangnya.
Menurutnya hal ini memiliki pengaruh terhadap kesehatan mental laki-laki.
"Toxic masculinity membuat laki-laki menjadi tidak terbuka dengan apa yg dia lalui dan tidak dibiarkan untuk bisa vulnerable dan akhirnya bisa berujung mengalami depresi," kata Ozy.
Ia berharap, dengan adanya karya film miliknya dapat membuka tabir kehidupan sisi lain pria yang selama ini terbelenggu.
"Ya semoga dengan hadirnya film ini bisa merekonstruksi arti menjadi laki-laki yang lebih sehat dan bisa memberikan ruang yang nyaman dan aman untuk semua manusia, apapun gendernya," ujarnya.
Ozy bangga bisa menciptakan film pendek ini.
Perjuangannya memiliki kesan tersendiri.
Sebab orang-orang terdekatnya sangat mendukung.
"Intinya sangat menyenangkan membuat film ini karena semua kru dan pemain sangat kooperatif dan senang sekali akhirnya filmnya rampung," tuturnya.
Baginya sepak terjang pembuatan filmnya sangat menantang dimasa pandemi Covid-19.
"Tapi kita bisa lalui itu dan saya sangat puas dengan hasilnya," ucapnya.(*)
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Kasdar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/film-lika-liku-laki.jpg)