Breaking News:

Pernikahan Dini

Pernikahan Dini di Wajo Terus Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

Dinsos P2KBP3A Wajo mencatat angka pernikahan anak usia di bawah 18 tahun meningkat tahun ini jika dibandingkan dengan 2020.

TRIBUN-TIMUR.COM, WAJO -- Angka pernikahan dini atau anak di bawah umur masih cukup tinggi di Wajo.

Dinsos P2KBP3A Wajo mencatat angka pernikahan anak usia di bawah 18 tahun meningkat tahun ini jika dibandingkan dengan 2020.

Pada 2020 lalu, tercatat sebanyak 576 anak di bawah umur meminta rekomendasi menikah.

Sedangkan hingga pertengahan November 2021, sudah tercatat sebanyak 675 anak meminta rekomendasi menikah.

Kasus pernikahan anak di bawah umur paling banyak ditemukan di Kecamatan Tempe, sebanyak 82 orang.

“Angka 82 orang itu yang meminta rekomendasi untuk menikah karena masih di bawah umur,” kata Camat Tempe Supardi.

Menurutnya, angka itu selaras kepadatan jumlah penduduk Tempe yang merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak di Wajo.(Lihat Sebaran Pernikahan Dini di Wajo)

Polisi mendatangi TKP tempat laka tunggal truk pengangkut gabah di Dusun Bottotella, Desa Barangmamase, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo, Jumat (16/10/2020) pagi
Polisi mendatangi TKP tempat laka tunggal truk pengangkut gabah di Dusun Bottotella, Desa Barangmamase, Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo, Jumat (16/10/2020) pagi (ist)

“Banyak secara angka, tapi kalau persentase jumlah penduduk termasuk kecil. Jumlah penduduk di Tempe itu 66.641 jiwa,” katanya.

Meski demikian, pencegahan pernikahan dini perlu ditingkatkan.

Mengingat, ada banyak risiko mengintai pasangan muda belum cukup umur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved