Breaking News:

Tribun Barru

Keluarga Besar Petta Sulewatan Soppeng Riaja HA Sanang Gelar Silaturahim Maulid

Setelah hampir dua tahun tak berkumpul karena pandemi, akhirnya keluarga besar Keluarga Besar Petta Sulewatan ini bisa berkumpul untuk silaturahmi

Editor: Suryana Anas
Keluarga Besar Petta Sulewatan Soppeng Riaja
Keluarga Besar Petta Sulewatan Soppeng Riaja HA Sanang dan Hj A Pawiloi melakukan silaturahim di Villa Bukit Lajulo Indah, Kelurahan Tuwung, Kabupaten Barru, Minggu (14/11/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, BARRU - Keluarga Besar Petta Sulewatan Soppeng Riaja HA Sanang dan Hj A Pawiloi melakukan silaturahim di Villa Bukit Lajulo Indah, Kelurahan Tuwung, Kabupaten Barru, Minggu (14/11/2021).

Setelah hampir dua tahun tak berkumpul karena pandemi Covid-19, akhirnya Keluarga Besar Petta Sulewatan ini bisa berkumpul untuk silaturahmi.

Ketua Panitia Andi Ernie Zaenab Musa mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah selain ajang silaturahim juga untuk memperkenalkan rumpun keluarga besar.

"Apalagi setelah dua tahun terakhir terjadi pandemi, kita bisa berkumpul lagi. Khusus pertemuan besar ini adalah yang pertama kita lakukan," ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun, Senin (15/11/2021).

Ratusan keluarga besar, kata Andi Ernie, dari anak cucu hadir dalam kegiatan tersebut baik dari Jakarta, Makassar, Sidrap, Pare pare dan daerah lainnya.

Seperti Andi Anwar Aksa (mantan wakil Bupati Barru), Hj Andi Nurhudaya Aksa (mantan ketua DPRD Barru), Andi Makmun Aksa (kadis Sosial Kabupaten Barru) dan sejumlah tokoh lain yang merupakan keluarga besar dari HA Sanang dan Hj A Pawiloi.

“Kita lakukan silaturahim sekaligus merayakan kegiatan maulid. Ini adalah yang kali pertama dan selanjutnya akan kita lakukan tiap tahun," lanjut lulusan doktor Universitas Hasanuddin ini.

"Agar kita saling mengenal satu sama lain, sebab generasi pertama, kedua dan ketiga mereka sudah saling tidak kenal. Semoga dengan silaturahim ini kita saling kenal dan lebih dekat lagi,” lanjutnya.

Menurut Andi Ernie, kegiatan seperti ini perlu dilakukan apalagi mereka adalah keluarga besar yang tersebar dengan berbagai profesi seperti politisi, pengusaha dan lainnya.

Dosen DPK LLDikti Wilayah IX itu menambahkan saat masih kecil, nenek mereka sering mempersatukan semua cucunya. Bahkan makan dan tidur pun kita harus sama-sama.

“Saya ingat betul dulu waktu kita kecil kita makan bersama tidur bersama bahkan ada kelambu nenek bisa muat 30 orang,” kenang Andi Ernie.

Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan silsilah keluarga, penyerahan dari generasi pertama ke generasi kedua. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved