Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Puan Maharani

Tanam Padi Saat Hujan-hujan, Puan Maharani Jadi Bahan Cemoohan, Termasuk dari Susi Pujiastuti

Putri Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri itu, terlihat menanam padi bersama petani saat hujan sedang turun.

Editor: Muh. Irham
twitter
Puan Maharani (tengah) saat sedang menanam padi bersama petani di Sleman, Yogyakarta 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani menjadi perbincangan, khususnya dari kalangan politisi. 

Putri Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri itu, terlihat menanam padi bersama petani saat hujan sedang turun.

Hal ini langsung mendapat komentar dari berbagai kalangan, termasuk mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti yang berkomentar melalui akun twitternya.

"Biasanya petani menanam padi tidak hujan hujanan," ujar Susi melalui akun Twitternya @susipudjiastuti, Kamis (11/11/2021).

Sejumlah warganet di Twitter pun membenarkan cuitan Susi Pudjiastuti.

"Saya juga seorang petani, ketika ada pekerjaan di sawah/ladang terus datang hujan, langsung cabut karena takut ada petir," cuit akun @WawanSe36317384.

"Betul Bu @susipudjiastuti di tempat kami, para buruh tandur pasti berhenti, cepat2 pulang ke rumah kalo hujan. Bukan karena takut hujan bikin meriang, pilek, dll. Tapi lebih takut ada petir. Ngeri," ujar akun @sigitharjo86.

Nicho Silalahi juga berkomentar. Melalui akunnya, @Nicho_Silalahi ia mengatakan: 

Petani kalau hujan biasanya berteduh karena mereka sadar biaya kesehatan jauh lebih mahal dari seluruh hasil produksinya. Tapi kalau petani jadi²an seperti ini, demi pencitraan maka mengabaikan kesehatan serta resiko kesambar petir. Bukan begitu Tante @puanmaharani_ri
?

Aksi Puan Maharani ini pun langsun trending di Twitter dengan hastag Pencitraan.

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani ikut petani untuk menanam padi pada kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Puan mendatangi area Persawahan Sendangmulyo, Sleman, DIY, Kamis (11/11). Pada kesempatan tersebut, Puan mendorong petani untuk melek teknologi agar hasil pertanian lebih produktif sehingga kesejahteraannya meningkat.

Puan mendukung munculnya banyak petani milenial, sebab Indonesia dinilai tidak bisa berdaulat pangan tanpa adanya petani.

“Sebab tangan mereka yang memberi makan kita semua. Kita perlu secara bergotongroyong menghasilkan solusi-solusi lebih menyeluruh atas berbagai masalah klasik pertanian. Seperti soal harga pupuk yang tinggi, harga jual dan harga beli, antisipasi gagal panen, dan sebagainya,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (11/11/2021).

Mantan Menko PMK itu juga berbicara mengenai ekonomi pertanian digital yang sudah saatnya dilirik dan dikembangkan karena dapat membantu para petani.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved