Breaking News:

Penyebab Izin Usaha OVO Dicabut OJK, Diumumkan di Hari Pahlawan

Izin OVO yang dicabut OJK adalah izin usaha perusahaan pembiayaan PT OVO Finance Indonesia. Pencabutan izin dilakukan

Editor: Edi Sumardi
OVO
Ilustrasi, logo OJK. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Layanan keuangan digital Indonesia, OVO sedang menghadapi masalah.

Izin OVO yang didirikan pada 2006 di bawah naungan PT Visionet Internasional yang dibentuk oleh PT Multipolar Tbk dicabut Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Namun, bukan e-wallet-nya.

Izin OVO yang dicabut OJK adalah izin usaha perusahaan pembiayaan PT OVO Finance Indonesia.

Pencabutan izin dilakukan melalui Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nomor KEP-110/D.05/2021 tanggal 19 Oktober 2021. 

PT OVO Finance Indonesia yang beralamat di Gedung Lippo Kuningan Lantai 17 Unit D, Jalan HR Rasuna Said Kav B-12 RT 017 RW 07, Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, 12940. 

Dalam pegumumannya, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/11/2021), bertepatan Hari Pahlawan, OJK mengungkapkan pencabutan izin usaha OVO Finance Indonesia dilakukan karena pembubaran akibat keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

"Pencabutan izin usaha tersebut berlaku sejak Surat Keputusan Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal ditetapkan," tulis OJK dalam Pengumuman Nomor PENG-73/NB.1/2021 tentang Pencabutan Izin Usaha Perusahaan Pembiayaan PT OVO Finance Indonesia. 

Dengan telah dicabutnya izin usaha itu, OVO Finance Indonesia dilarang melakukan kegiatan usaha di bidang perusahaan pembiayaan. 

Selain itu, OVO Finance Indonesia juga diwajibkan untuk menyelesaikan hak dan kewajiban sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, antara lain: 

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved