PSM Makassar
Sorot Penampilan Anco & Wiljan Pluim, Mirdan Midding Sarankan Pelatih Mulai Andalkan Pemain Muda
PSM Makassar belum menampilkan permainan konsisten di Liga 1 2021-2022.Dari 11 pertandingan dilakoni, PSM menang empat kali, imbang empat kali.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM , MAKASSAR – PSM Makassar belum menampilkan permainan konsisten di Liga 1 2021-2022.
Dari 11 pertandingan dilakoni, PSM menang empat kali, imbang empat kali dan kalah tiga kali.
Memasukkan bola 16 kali dan kebobolan 15 kali.
Poin yang dikumpulkan berjumlah 16, Laskar Pinisi harus puas berada di posisi tujuh klasemen.
Terpaut 12 poin dengan pemuncak klasemen, Bhayangkara FC dengan poin 28.
Eks Direktur Teknis PSM, Mirdan Midding sangat menyayangkan penampilan PSM masih inkonsistensi.
Padahal sejak awal, sejumlah pihak telah menyarankan beberapa hal harus dibenahi, apalagi ini kompetisi yang panjang.
"Dari awal saya katakan bahwa, salah satu titik lemah utamanya di pemain asing tidak memiliki stamina yang cukup untuk berkompetisi".
"Kalau hanya sekadar pertandingan insidentil bisa, tapi ini kan kompetisi yang panjang. Dan rata-rata pemain asing tak memiliki standar V02max. Rata-rata di bawah standar pemain intenasional," katanya melalui sambungan telepon, Minggu (7/11/2021).
Sebagai marque player atau pemain bintang dalam klub, pemain asing harusnya memiliki skill di atas rata-rata.
Sebab mereka dibayar lebih tinggi dari pada pemain lokal.
Termasuk VO2max pemain asing harus di atas rata-rata pemain lokal.
Sementara Mirdan menilai Anco Jansen dan Wiljan Pluim tak memiliki itu. Keduanya terkadang hanya berjalan di lapangan.
Dia menyebut, standar VO2max pemain sepak bola itu di atas angka 90 dan 100.
Pemain sepak bola itu terus bergerak, makanya mereka harus berlatih untuk peningkatan adaptasi asam laktat.