Penipuan

Cerita Mahasiswi Ditipu Rekan Sendiri dengan Iming-iming Investasi, Korban: Dia Mahasiswa Pintar

Uang tersebut dkumpulkan dari 19 orang mahasiswa USU dari jurusan Teknik Industri USU. Mereka diiming-imingi investasi

Editor: Muh. Irham
Istimewa
Ilustrasi uang 

TRIBUN-TIMUR.COM - Seorang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dilaporkan ke Polda Sumatera Utara karena didiga telah membawa kabur uang Rp 1,5 miliar. 

Uang tersebut dkumpulkan dari 19 orang mahasiswa USU dari jurusan Teknik Industri USU. Mereka diiming-imingi investasi. Total peserta investasi keseluruhan sebanyak 160 orang.

Salah seorang korban, Sarah, Rabu (3/11/2021) mengatakan, pelaku berinisial RI, mahasiswa USU.

“Terlapor berinisial RI. Awalnya RI menawarkan usaha bersama supply barang tani yang bernama Subur Cooperation. Sebelumnya usahanya bernama Horas Investmen. Itu sekitar Maret 2021,” katanya usai diskusi bersama PEMA USU.

Dia menceritakan saat itu, ia bersama kawan–kawan satu jurusannya diajak untuk menjadi penitip dana yang dijanjikan akan dikembalikan dengan jumlah tertentu.

Konsep penitipan dana dibuat dengan sistem Invest dan Tabungan/Arisan dan para penitip menitip sesuai dengan slot yang tersedia di hari tersebut.

Sarah menjelaskan seluruh transaksi awalnya berjalan mulus tanpa ada yang bermasalah. Bahkan pengembalian uang beserta bunga sempat dilakukan H-1 dari tanggal ketentuan.

Naasnya pada Maret 2021, dana-dana tersebut mulai lama tidak cair kalau tidak ditanya atau tidak diminta.

Pada April 2021, RI mulai membeberkan masalah di pertanian yang mengakibatkan para pemutar dan peminjam tidak bisa mengembalikan tepat waktu.

 
“Sampai bulan Mei kami masih bersabar dan percaya karena RI juga aktif memberikan kabar. Namun tidak bisa mengembalikan dana dengan alasan yang sama,” sebutnya.

Tepat Juni 2021, kesabaran para investor di grup sudah habis. Dikatakan para investor mulai kesal dan marah di grup yang hanya dibalas kembali oleh makian dan ancaman dana tidak akan dikembalikan.

RI bahkan memaki dan mengutuk investor karena menuduhnya lari dari tanggung jawab ini. Setelah kejadian tersebut, RI mulai jarang merespon dengan alasan mencari dana dan menjaga mental akibat dari kemarahan investor di grup.

Sampai akhirnya Oktober 2021, RI tidak pernah muncul di grup bahkan menonaktifkan nomor telepon. Tetapi berdasarkan pemantauan terakhir, RI diduga sudah melakukan pelarian dengan keluarganya, yaitu ayah dan ibu-nya ke Bagan Batu, Riau.

Padahal, lanjutnya, tempat tinggal sebelumnya berada di Saribudolok yang diduga sudah dijual saat ini. RI pun dikabarkan sempat lari ke Siantar dan disembunyikan oleh pamannya.

Berangkat dari hal tersebut, Sarah beserta kawan satu jurusannya (total sebanyak 19 orang) telah melakukan pelaporan ke Polda Sumut. Adapun nomor laporannya : STTLP/B/1486/IX/2021/SPKT/POLDA SUMUT.

"Jadi, kerugian dari 19 orang ini mencapai Rp 1,5 M. Sementara di luar dari 19 orang masih banyak lagi," sebutnya.

“Sebenarnya kami tidak menyangka karena RI itu termasuk mahasiswa yang pintar, sering ikut proyek ilmiah dengan dosen juga dan tidak pernah terlibat masalah yang buruk,” tutupnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul MAHASISWA USU Diduga Larikan Uang Rp 1,5 Miliar Modus Investasi Bodong, Begini Cerita Para Korban, https://medan.tribunnews.com/2021/11/03/mahasiswa-usu-diduga-larikan-uang-rp-15-miliar-modus-investasi-bodong-begini-cerita-para-korban

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved