Breaking News:

Headline Tribun Timur

MUI Sulsel Haramkan Eksploitasi Pengemis

Haram memberi kepada peminta-minta di jalanan dan ruang publik karena mendukung pihak yang mengeksploitasi pengemis.

Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Sekretaris Umum MUI Sulsel, Muammar Bakry 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan membahas eksploitasi pengemis.

Acara berlangsung di Warkop Waletta, Jl Boulevard, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sabtu (30/10/2021).

MUI Sulsel menetapkan fatwa Haram terhadap eksploitasi dan kegiatan mengemis di jalanan.

Ada empat hukum eksploitasi dan kegiatan mengemis di jalanan dan ruang publik.

Pertama, haram mengeksploitasi orang untuk meminta-minta.

Kedua, bagi pemberi, haram memberi kepada peminta-minta di jalanan dan ruang publik karena mendukung pihak yang mengeksploitasi pengemis serta tidak mendidik karakter yang baik.

Ketiga, bagi pengemis haram jika yang bersangkutan memiliki fisik yang utuh dan sehat serta karena faktor malas bekerja.

Kemudian, makruh jika yang bersangkutan meminta di jalanan atau tempat publik yang bisa membahayakan dirinya.

Keempat, wajib bagi pemerintah untuk menyantuni, memelihara dan membina dengan sebaik-baiknya.

Hal ini disampaikan Sekretaris Umum MUI Sulsel, Muammar Bakry dalam konferensi pers.

“Ini menjadi perhatian pemerintah agar tidak membiarkan warganya menjadi pengemis,”katanya.

Keputusan tersebut berdasarkan dalil dalam Al Qur’an dan hadits Nabi Muhammad SAW.

Lanjutnya, jika abai maka dosanya akan ditanggung pemerintah.

Ia berharap Lembaga pengelola zakat dan lembaga kemanusiaan lainnya perlu bekerjasama dengan pemerintah untuk melakukan pembinaan.

Kemudian bagi penegak hukum agar menindak pihak yang mengeksploitasi orang karena dianggap sebagai kejahatan kemanusiaan.(*)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved