Tribun Makassar
Serapan Anjlok, Dinas PU Genjot Pengerjaan Betonisasi dan Aspal di Makassar
Tahun ini, 46 ruas jalan berupa pengerjaan betonisasi dan pengaspalan ditarget selesai hingga Desember.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar menggenjot program rehabilitasi jalan jelang akhir tahun.
Tahun ini, 46 ruas jalan berupa pengerjaan betonisasi dan pengaspalan ditarget selesai hingga Desember.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Tajuddin Beddu mengatakan, pengerjaan 46 ruas jalan tersebut terbagi dalam 10 paket.
Anggaran perbaikan jalan sebanyak Rp 66,7 miliar.
"Jadi spesifikasinya ada yang diaspal dan ada juga yang dibeton," kata Tajuddin Beddu, Kamis (28/10/2021).
Kata dia, perampungan betonisasi membutuhkan waktu 28 hari.
Sementara pengerjaan aspal tiap ruas bisa selesai dalam waktu dua hari.
Pengerjaan Jalan Metro Tanjung Bunga sedang berproses.
Juga ditarget selesai akhir tahun 2021.
Pengerjaan jalan ini menjadi salah satu prioritas Dinas PU untuk mengejar ketertinggalan serapan anggaran.
Pada triwulan III ini, serapan anggarannya masih sangat minim, dibawah 50 persen.
Bahkan PU peringkat kedua terbawah dari semua OPD di Pemkot
Dimana realisasi fisiknya hanya 15,58 persen.
Sedangkan realisasi keuangan baru mencapai 14,13 persen atau sekitar Rp 94,37 miliar dari total pagu anggaran Rp 668,03 miliar.
Plt Kepala Dinas PU Makassar, Hamka tidak menampik kondisi tersebut.
Meski begitu, dia mengaku optimistis bisa mengejar target realisasi hingga 90 persen di akhir 2021.
Apalagi, kata Hamka, sejumlah proyek besar sementara berjalan.
Seperti betonisasi Jalan Metro Tanjung Bunga dengan nilai kontrak Rp 87,85 miliar.
Ada juga proyek pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Makassar Rp 30,27 miliar.
Serta pengerjaan jalan dan drainase yang sudah memasuki proses lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).
"Kita berharap semua proyek yang dilelang selesai tahun ini. Target kita realisasi proyek di Dinas PU Makassar bisa sampai 90 persen," bebernya.
Hamka menjelaskan minimnya serapan anggaran dikarenakan ada penyesuaian program di Dinas PU dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Makassar 2021-2026.
"Kalau normalnya itu nanti 2022, karena tahun ini program kita masih harus menyesuaikan dengan RPJMD. Makanya setelah ketuk palu perubahan, kita langsung jalan semua program," tuturnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kondisi-ruas-jalan-berlubang-di-jl-metro-tanjung-bunga-kecamatan-tamalate-kota-makassar-4.jpg)