Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Cuaca

Sampai Kapan Suhu Udara Panas Landa Indonesia? Ini Penjelasan BMKG

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu tertinggi di siang hari meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Tayang:
Editor: Muh. Irham
int
Ilustrasi suhu panas 

TRIBUN-TIMUR.COM - Suhu udara di Indonesia dalam beberapa hari terakhir ini cenderung panas pada siang hari.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), suhu tertinggi di siang hari meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Ada dua penyebab suhu panas menjelang musim penghujan tiba di Indonesia. 

1. Posisi matahari di atas Pulau Jawa, Bali, dan NTT

Kepala Bidang Diserminasi Iklim dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko menjelaskan, setidaknya suhu maksimum yang meningkat dapat disebabkan beberapa hal.

Salah satunya, pada Oktober, kedudukan semua gerak matahari tepat di atas Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, dalam perjalanannya menuju posisi 23 derajat lintang selatan setelah meninggalkan ekuator.

Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi dua kali, yaitu di bulan September atau Oktober dan Februari atau Maret.

“Sehingga puncak suhu maksimum terasa di wilayah Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi di seputar bulan-bulan tersebut,” papar Hary.

Cuaca cerah, lanjut dia, juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan.

2. Siklon tropis

Kondisi lainnya berkaitan dengan adanya siklon tropis Kompasu di Laut China Selatan bagian utara, yang menarik massa udara dan pertumbuhan awan-awan hujan.

“(Siklon) menjauhi wilayah Indonesia sehingga cuaca di wilayah Jawa cenderung menjadi lebih cerah-berawan dalam beberapa hari terakhir,” tutur Hary.

Adapun monitoring harian mengenai suhu maksimum di Indonesia dapat diakses melalui http://web.meteo.bmkg.go.id/id/pengamatan/pengamatan-harian.

Sampai kapan?

Hary menegaskan, tren cuaca panas ini akan mengalami penurunan sekitar bulan November-Desember. Sedangkan untuk kondisi cuaca dan iklim saat ini, beberapa wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan merupakan wilayah yang akan mengalami periode transisi atau peralihan musim dari musim kemarau ke musim hujan.

“Perlu diwaspadai fenomena cuaca ekstrim yang sering muncul pada periode peralihan musim ini, seperti hujan lebat, angin puting beliung, angin kencang meskipun periodenya singkat tapi sering memicu terjadinya bencana hidrometeorologi,” jelas Hary.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved