Tribun Bisnis
Realisasi TKDN PLN di Proyek Kelistrikan Capai Rp 35,32 Triliun
Untuk pekerjaan transmisi dan gardu induk sudah sepenuhnya dilaksanakan Perusahaan dalam negeri.
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT PLN (Persero) berkomitmen meningkatkan porsi industri lokal.
PLN terus memberikan pasokan listrik andal bagi seluruh masyarakat.
Komitmen tersebut guna memberikan dampak positif pada kebangkitan ekonomi nasional.
Langkah ini dibuktikan dengan realisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) PLN.
Hingga kuartal III 2021 mencapai 47,31 persen atau setara Rp 35,32 triliun diserap industri dalam negeri dari total realisasi sebesar Rp 74,65 triliun.
"PLN terus meningkatkan pemakaian produk dalam negeri di berbagai proyek kelistrikan demi memacu pertumbuhan industri dan perekonomian nasional," kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi dalam keterangan resminya, Jumat (22/10/2021).
Agung merinci, capaian TKDN ini paling banyak diserap untuk pembangunan transmisi.
Nilai TKDN pada sektor ini mencapai 74,2 persen.
Realisasi TKDN yang digelontorkan PLN sebesar Rp 13,72 triliun.
Sedangkan pembangunan distribusi nilai TKDN mencapai 66,4 persen dengan realisasi sebesar Rp 4,52 triliun.
Untuk gardu induk nilai TKDN mencapai 50,2 persen dan untuk pembangkit mencapai 29,4 persen.
Realisasi TKDN untuk pembangunan gardu induk sebesar Rp 6,19 triliun.
Pembangkit sebesar Rp 10,89 triliun.
Saat ini, lanjut Agung, seluruh pekerjaan dan material distribusi telah dilaksanakan perusahaan dalam negeri.
Untuk pekerjaan transmisi dan gardu induk sudah sepenuhnya dilaksanakan Perusahaan dalam negeri.
"Sementara dalam pekerjaan infrastruktur pembangkit, tantangan masih cukup besar dan baru sebagian pekerjaan yang dapat dilaksanakan oleh Perusahaan dalam negeri," tuturnya.
Agung menjelaskan, PLN dari tahun 2018 terus meningkatkan nilai TKDN.
Langkah untuk mendorong perekonomian lokal dan meningkatkan efisiensi.
"Kami terus berupaya untuk meningkatkan TKDN untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri," ucapnya.
"Kami mentargetkan PLN bisa mencapai nilai TKDN sampai 60 persen di 2025 mendatang," sambungnya.
Beberapa langkah dilakukan PLN untuk mencapai target ini.
Pertama, sinergi baik antara sesama BUMN dan pemerintah.
Kemudian, kolaborasi dengan industri lokal.
Serta perencanaan matang dan melibatkan semua pihak.
"Kami melibatkan seluruh stakeholder dalam bersinergi meningkatkan TKDN ini. Mulai dari sesama BUMN, Surveyor, Industri manufaktur, Perbankan, Asosiasi dan swasta nasional serta BPPT," bebernya.
Langkah transformasi digital PLN juga diterapkan pada e-procurement.
PLN juga sedang menyiapkan digital dashboard yang memuat e-TKDN PLN.
Ia menyampaikan, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bertugas untuk mendorong perekonomian nasional, PLN berkomitmen menggunakan produk-produk dalam negeri.
Termasuk melibatkan industri domestik dalam setiap proses bisnis yang dijalankan.
“PLN berharap dapat membantu industri dalam negeri untuk terus bertahan untuk menggerakkan kembali perekonomian nasional terutama dalam masa pandemi Covid-19," tuturnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pln-terus-meningkatkan-pemakaian-produk-dalam-negeri-di-berbagai-proyek.jpg)