La Nina
BMKG: Dampak La Nina Akan Dirasakan di Sulawesi, Terutama di Bagian Selatan
Fenomena La Nina terjadi ketika Suhu Muka Laut (SML) di Samudera Pasifik bagian tengah mengalami pendinginan hingga di bawah suhu normal.
Meskipun analisis dari adanya La Nina dan potensi dampaknya periode 2021/2022 ini masih terus dalam pemantauan dan monitoring BMKG, Dwikorita menegaskan agar semua pihak terus melakukan mitigasi dan kesiapsiagaan potensi risiko bencana.
"Dengan adanya potensi peningkatan curah hujan pada periode musim hujan tersebut maka perlu kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi lanjutan dari curah hujan tinggi yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi," tegasnya.
Sebab, risiko dampak bencana hidrometeorologi juga tidak hanya berpengaruh dari adanya La Nina. Melainkan juga dapat dipengaruhi akibat kondisi atmosfer lainnya, seperti monsun, pengaruh lokal, ataupun badai tropis.
Oleh karena itu, Dwikorita mengingatkan agar masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk dapat meningkatkan mitigasi terhadai risiko bencana hidrometeorologi.
Beberapa bentuk bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi adalah longsor, banjir, banjir bandang, jalan licin, pohon tumbang, puting beliung, angin kencang, badai tropis dan lain sebagainya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-cuaca-akibat-fenomena-la-nina.jpg)