OVO
OVO Percepat Akselerasi Transformasi Keuangan Digital Masyarakat
OVO berhasil menjadi penghubung layanan keuangan komprehensif dan multi bidang baik transaksi online maupun offline.
Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hingga di usianya yang ke-4 tahun, OVO terus menjadi pionir dalam mempercepat akselerasi transformasi keuangan digital tanah air.
Terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini, OVO berperan besar dalam meningkatkan perekonomian digital.
Layanan keuangan digital ini mampu mempercepat pembangunan perekonomian secara inklusif.
Ditandai keberhasilannya mengajak masyarakat bertransformasi pembayaran digital.
Kini, OVO berhasil menjadi penghubung layanan keuangan komprehensif dan multi bidang baik transaksi online maupun offline.
Bukan sekedar penghubung transaksi digital seperti transportasi, pemesanan makanan, dan belanja online, layanan ini kian berkembang mencakup investasi, asuransi hingga pinjaman.
Seperti disampaikan Head of Corporate Communications OVO, Harumi Supit.
Menurut dia, OVO terus melanjutkan komitmennya menjawab kebutuhan pengguna setianya.
Alhasil, layanannya mampu berkembang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat negeri.
Ia tak menapik, hingga saat ini sebagian besar masih underbanked (belum secara maksimal menggunakan layanan keuangan).
Bahkan, masih banyak yang statusnya unbanked (belum tersentuh layanan keuangan).
Karena itu, OVO tidak hanya fokus pada pembayaran digital saja.
"Kini kami telah mencakup layanan keuangan digital secara luas seperti investasi, asuransi bahkan pinjaman," katanya, Jumat (15/10/2021).
Ia membeberkan, makin ke sini banyak ditemukan faktar baru.
Salah satunya, aplikasi pembayaran digital bisa menyediakan pondasi kuat dan lengkap bagi masyarakat.
Dari situlah, OVO bertekad menjadi one stop solution yang mudah, cepat, aman dan nyaman bagi masyarakat.
"Tidak perlu berpindah aplikasi untuk mendapatkan berbagai layanan keuangan beragam, OVO sudah menjawab semuanya," ucapnya.
Layanan Investasi dan Asuransi
Lebih jauh dipaparkan, pada layanan investasi, OVO bekerja dengan dua perusahaan.
Antara lain, Bareksa Manulife Aset Manajemen Indonesia, dan Syailendra Capital.
"Keduanya mitra platform investasi ternama di Indonesia," katanya.
Bagi dia, kerjasama ini terobosan di layanan keuangan.
Bahkan, layanan investasi OVO memberikan pilihan produk reksadana pasar uang, baik berbasis konvensional maupun syariah.
"Para investor dapat berinvestasi mulai dari Rp10 ribu dan mencairkan dananya ke OVO cash secara langsung," katanya.
Harumi menyampaikan, sejak layanan investasi OVO diperkenalkan pada pertengahan semester 1 tahun 2021, pihaknya mencatat 6 dari 10 pengguna familiar layanan investasi di aplikasi.
Hingga kini tercatat 44 persen diantaranya menggunakan layanan tersebut.
Selain itu, lebih dari 450 ribu calon investor mendaftar di OVO Invest dalam 3 bulan pertama sejak peluncuran.
Sementara untuk layanan asuransi, OVO hadir dengan OVO Proteksi.
Dimana OVO meluncurkan produk PRUTect Care Hospital Cash.
PRUTect Care Hospital Cash adalah asuransi jiwa syariah berbasis digital dan terjangkau.
"Produk ini hasil kolaborasi Prudential Indonesia melalui pialang asuransi digital berlisensi penuh, PT Salvus Inti," sebutnya.
Tak hanya itu, OVO menghadirkan beberapa layanan asuransi lainnya.
Seperti asuransi layar smartphone, sepeda, motor dan mobil.
"Semuanya hasil kolaborasi dengan berbagai pihak yang reputasi tidak diragukan lagi," tuturnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun Timur @umhaconcit
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/salah-satu-pengguna-bertransaksi-di-merchant-ovo-15010121.jpg)