Breaking News:

Ayah Cabuli Putrinya

FAKTA Baru Kasus Dugaan Pemerkosaan 3 Bocah di Lutim, Hanya RS Vale yang Sebut Ada Peradangan

Selama beberapa hari terakhir, tim supervisi dari Mabes Polri mendatangi beberapa pihak untuk mendapatkan keterangan lengkap mengenai kasus ini.

Editor: Muh. Irham
Tangkap Layar Kompas Tv
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Rusdi Hartono (Tangkap Layar Kompas Tv) Senin (13/9/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM - Bareskrim Mabes Polri menemukan perbedaan hasil visum terhadap tiga anak yang diduga mengalami pemerkosaan di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Selama beberapa hari terakhir, tim supervisi dari Mabes Polri mendatangi beberapa pihak untuk mendapatkan keterangan lengkap mengenai kasus ini.

Beberapa yang didatangi adalah, Puskesmas Malili, Luwu Timur, Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, dan Rumah Sakit Vale Sorowako, Luwu Timur.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Rudi Hartono mengatakan, ketiga tempat layanan kesehatan itu didatangi karena mereka yang melakukan visum et repertum terhadap ketiga korban.

"Tanggal 11 Oktober 2021 hasil interview dengan dokter Puskesmas Malili Luwu Timur bahwa pemeriksaannya tidak ada kelainan pada organ kelamin dan dubur korban," kata Rusdi, Selasa malam 12 Oktober 2021.

Lalu fakta berikutnya, Tim Supervisi meminta hasil VER dari RS Bhayangkara Makassar yang dikeluarkan tanggal 15 November 2021 yang hasilnya adalah tidak ada kelainan pada alat kelamin dan dubur. "Yang kedua, perlakuan pada tubuh lain tidak ditemukan," ucap Rusdi.

Fakta ketiga, lanjut dia, tim penyidik dan tim supervisi mendapatkan informasi bahwa pada 31 Oktober 2019, ibu korban RS telah melakukan pemeriksaan medis terhadap ketiga anaknya di RS Vale Sorowako. Tim Supervisi dan Asistensi Bareskrim Polri mewawancarai dr Imelda, spesialis anak dari RS Sorowako yang memeriksakorban.

"Tim melakukan interview pada 11 Oktober 2021, dan didapati keterangan bahwa terjadi peradangan di sekitar vagina dan dubur. Sehingga, ketika dilihat ada peradangan diberikan antibiotik dan paracetamol obat nyeri," ungkap dia.

Tidak hanya itu, lanjut Rusdi, hasil interview tersebut dokter menyarankan kepada orang tua korban dan juga tim supervisi agar dilakukan pemeriksaan lanjutan pada dokter spesialis kandungan. "Ini masukan dari dokter Imelda untuk dapat memastikan perkara tersebut," ujar Rusdi.

Namun, saat akan dilakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter spesialis kandungan sesuai saran dokter yang dijadwalkan hari ini 12 Oktober 2021, pemeriksaan tersebut dibatalkan.

Pemeriksaan tersebut, lanjut Rusdi, tentunya dengan pendampingan oleh ibu korban, dan juga pengacara korban dari LBH Makassar. Disepakati juga pemeriksaan dilakukan di RS Sorowako.

"Sekali lagi, rumah sakit ini merupakan pilihan dari ibu korban," kata Rusdi menekankan.

Tetapi, lanjut Rusdi, kesepakatan pemeriksaan tersebut dibatalkan oleh ibu korban dan juga pengacara dengan alasan anaknya takut trauma.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved