Breaking News:

PLN

4 PLTU di Sulawesi Sulap FABA Jadi Produk Bernilai Ekonomis

Saat ini PLTU Barru berhasil memanfaatkan Seluruh FABA dari hasil produksi PLTU sebesar 12.127 ton/tahun untuk kebutuhan Internal dan Eksternal

Editor: Suryana Anas
PLN
PLTU memanfaatkan FABA menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti Paving Block, Batako dan Bahan Campuran Industri Semen. 

TRIUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah ditetapkannya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, di mana limbah batubara berupa Fly Ash dan Bottom Ash telah dikeluarkan dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Saat ini 4 pembangkit listrik PLN di Sulawesi yang memanfaatkan Batubara sebagai bahan bakarnya telah mendapatkan izin pemanfaatan FABA, keempat Pembangkit tersebut adalah PLTU Barru, PLTU Punagaya, PLTU Amurang dan PLTU Nii Tanasa.

Dengan adanya izin tersebut maka PLTU tersebut dapat memanfaatkan FABA menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti paving block, batako dan bahan campuran industri semen.

Setelah melakukan rangkaian percobaan, keempat PLTU tersebut berhasil mendistribusikan hasil produksi pemanfaatan FABA berupa Batako dan Paving Block untuk kebutuhan internal PLN dan CSR bagi lingkungan sekitar instalasi seperti Pembangunan Masjid, Bank Sampah hingga Rumah Hunian.

“Saat ini PLTU Barru berhasil memanfaatkan Seluruh FABA dari hasil produksi PLTU sebesar 12.127 ton/tahun untuk kebutuhan Internal dan Eksternal, diinternal kami mendirikan rumah produksi pembuatan paving block dan batako, selanjutnya untuk kebutuhan eksternal digunakan sebagai Bahan Campuran Bagi Industri Semen”ungkap Dimas Satria Manager PLN UPDK Tello.

Pemanfaatan FABA juga dilakukan optimal oleh 3 PLTU lainnya, “kami selaku pemilik proses bisnis yang menghasilkan faba dalam kegiatan Produksinya berharap dapat memberikan manfaat lebih kepada masyarakat terutama dalam pemanfaatan produk hasil FABA, kami juga membuka kesempatan kepada masyarakat yang ingin turut memanfaatkan FABA,” tambah Andreas Arthur Manager PLN UPDK Minahasa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved