Obat
6 Rekomendasi Obat Gatal yang Bisa Dibeli Bebas di Apotek
Obat gatal kulit dibutuhkan bagi Anda yang mengalami gatal terus-menerus. Jika terjadi tanpa henti, gatal-gatal pada kulit justru dapat mengganggu
Tayang:
Editor:
Muh. Irham
TRIBUN-TIMUR.COM - Gatal pada kulit sering dialami oleh siapa saja. Ada banyak obat yang bisa digunakan untuk mengobati gatal yang bisa diperoleh di apotek di antaranya histamin, kortikosteroid, salep antigatal, hingga antibiotik.
Obat yang dibeli di apotek harus disesuaikan degan penyebabnya.
Obat gatal kulit dibutuhkan bagi Anda yang mengalami gatal terus-menerus. Jika terjadi tanpa henti, gatal-gatal pada kulit justru dapat mengganggu aktivitas.
Sekadar menggaruk kulit untuk menghilangkannya sementara, justru dapat memperparah kondisi.
Penyebab gatal atau pruritus bisa karena berbagai hal. Misalnya, kulit kering, alergi, gigitan serangga, terpapar zat iritan, penyakit kulit kronis, gangguan psikologis, hingga kondisi medis tertentu.
Gatal pada kulit juga bisa karena proses pemulihan kulit akibat luka bakar atau luka sayat. Kulit gatal bisa menyerang area tubuh tertentu ataupun seluruh tubuh.
Kondisi ini terkadang disertai dengan munculnya gejala lain, seperti ruam kulit, kulit kering, kulit bersisik, hingga bentol-bentol.
Pada dasarnya, penggunaan obat gatal pada kulit ditujukan untuk membantu meringankan rasa gatal yang ditimbulkan.
Pilihan obat gatal kulit di apotek
Obat kulit gatal ada yang diresepkan dokter, serta ada yang bisa dibeli bebas secara di apotek. Adapun beberapa pilihan jenis obat gatal kulit di apotek, antara lain:
Oba gatal paling ampuh adalah antihistamin
Jika penyebab gatal yang Anda alami karena alergi, maka Anda bisa cari obat gatal kulit di apotek berupa antihistamin.
1. Antihistamin

Antihistamin bekerja dengan cara menghambat produksi histamin pada kulit yang menjadi pemicu rasa gatal muncul.
Beberapa jenis antihistamin sebagai obat gatal paling ampuh adalah chlorpheniramine, diphenhydramine, dan brompheniramine.
Namun, obat alergi gatal tersebut bisa menyebabkan kantuk sehingga sebaiknya dikonsumsi saat malam hari, dan tidak dianjurkan untuk diminum saat akan mengendarai kendaraan atau mengoperasikan alat berat.
Obat alergi gatal yang efek sampingnya lebih rendah menyebabkan kantuk adalah loratadine, cetirizine, dan fexofenadine.
2. Kortikosteroid
Obat gatal kulit berikutnya adalah kortikosteroid. Kortikosteroid atau steroid bekerja dengan menghambat peradangan dalam tubuh sekaligus menenangkan kulit gatal.Maka dari itu, obat gatal paling ampuh ini mampu meringankan rasa gatal akibat alergi, dermatitis, atau eksim.
Obat gatal-gatal pada kulit berupa kortikosteroid tersedia dalam bentuk tablet minum (oral) dan obat oles, seperti salep atau krim hidrokortison.
Salep gatal kulit kortikosteroid biasanya mengandung 1-2 persen hidrokortison di dalamnya.
Namun, pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan jenis salep gatal kulit ini.
Sebab, hidrokortison tidak boleh digunakan dalam jangka panjang. Jadi, hentikan penggunaannya setelah beberapa hari.
Oleskan salep antigatal pada permukaan kulit
Obat kulit gatal non kortikosteroid bekerja dengan meringankan rasa gatal yang ditimbulkan secara sementara.
3. Obat antigatal non kortikosteroid

Obat kulit gatal hadir dalam bentuk krim, salep, lotion, gel, atau bedak. Anda bisa mendapatkannya secara bebas di apotek tanpa resep dokter.
Penggunaan obat gatal kulit di apotek ini cocok untuk meredakan rasa gatal akibat gigitan serangga atau masalah kulit sementara lainnya.
Beberapa kandungan yang bisa Anda cari dalam memilih obat antigatal adalah lotion calamine, mentol, camphor, phenol, pramoxine, dan benzocaine.
4. Antidepresan
Antidepresan, seperti citalopram, escitalopram, fluoxetine, dan sertraline, memang bukan obat yang dirancang khusus untuk meredakan gatal.Namun, efek yang dicari dari antidepresan adalah melemahkan sensor gatal pada tubuh sehingga tubuh tidak membaca ‘lokasi’ tertentu yang sebenarnya gatal.
Beberapa studi yang dilakukan pada pasien dengan pruritus kronis menunjukkan adanya perbaikan kondisi signifikan pada kondisi mereka.
Kendati demikian, obat gatal kulit satu ini hanya bisa diperoleh melalui resep dokter dan penggunaannya pun harus dalam pengawasan dokter.
Konsumsi obat antibiotik sesuai dengan resep dari dokter
Jika Anda mengalami gatal akibat infeksi bakteri, maka penggunaan obat gatal kulit berupa antibiotik diperlukan.
5. Antibiotik

Penggunaan antibiotik sebagai obat gatal kulit harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan oleh dokter.
Tak hanya dalam bentuk oral (minum), antibiotik oles mungkin juga diresepkan oleh dokter.
Biasanya, dokter akan meresepkan antibiotik dalam jumlah dosis yang sedikit. Hal ini karena penggunaan antibiotik tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Anda pun tidak boleh menambahkan atau mengurangi dosis obat tanpa mendapat persetujuan dari dokter.
Jadi, jangan berhenti menggunakan atau mengonsumsi obat antibiotik walaupun kondisi gatal pada kulit sudah hilang atau kondisinya mulai membaik.
Sebaliknya, tetap lanjutkan penggunaan antibiotik sesuai yang diresepkan dokter untuk mengobati gatal secara penuh.
Jika Anda tidak menghabiskan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter, beberapa jenis bakteri mungkin dapat bertahan hidup dan meningkatkan risiko kebal terhadap antibiotik (resisten antibiotik) sehingga menjadi sulit untuk mengobati infeksi.
6. Krim pelembap
Obat gatal kulit lainnya adalah berupa krim pelembap. Krim pelembap dapat membantu kulit senantiasa terhidrasi sehingga kondisi kulit kering bisa dicegah.Untuk mendapatkan efeknya secara optimal, Anda bisa memasukkan krim dalam lemari pendingin terlebih dahulu. Kemudian, Anda bisa mengoleskannya pada area kulit yang gatal sewaktu-waktu.
Sensasi dingin yang ditimbulkan dapat membantu meringankan gejala gatal. Anda juga disarankan untuk mengoleskan krim setelah mandi saat kulit masih lembap.
Selain menggunakan berbagai obat gatal di apotek, Anda juga melakukan perawatan rumahan agar gejala yang ditimbulkan tidak semakin parah, seperti:
Kompres air dingin bisa meredakan gatal pada kulit
Kompres air dingin dapat membantu meredakan sekaligus menenangkan kulit gatal.Caranya, basahi handuk bersih dengan air dingin, lalu tempelkan pada area kulit yang terasa gatal selama 10 menit.
Perawatan rumahan
1. Kompres air dingin

Anda dapat melakukannya beberapa kali sehari sesuai kebutuhan, terutama saat rasa gatal muncul. .
2. Mandi oatmeal
Oatmeal bisa jadi salah satu obat kulit gatal alami karena kandungan antioksidan dan antiradang di dalamnya. Oatmeal dapat membentuk pelindung pada permukaan kulit sehingga bisa menyegel kelembapan kulit.Dengan ini, gatal-gatal pada kulit bisa dihindari. Bahkan, sebuah penelitian membuktikan bahwa oatmeal bisa mengurangi kulit kering dan kasar, pada perempuan sehat dengan intensitas rasa gatal ringan sampai sedang.
Anda bisa menambahkan bubuk oatmeal yang sudah dihaluskan ke dalam bak mandi berisi air hangat, atau mengoleskan krim yang mengandung oatmeal setelah mandi, untuk meredakan rasa gatal akibat kulit kering yang Anda alami.
3. Gunakan humidifier
Perawatan rumahan untuk memaksimalkan penggunaan obat gatal pada kulit adalah dengan menggunakan humidifier.Humidifier berguna untuk menjaga kelembapan ruangan sehingga kemunculan rasa gatal bisa dicegah.
4. Hindari pemicu rasa gatal
Jika Anda sudah tahu apa saja zat atau benda yang dapat memicu rasa gatal, maka sebaiknya hindari penggunaannya.Misalnya, Anda bisa menghindari penggunaan produk perawatan kulit, krim wewangian, sabun, parfum, tanaman, bulu hewan yang berisiko membuat kulit gatal.
Minum air putih 8 gelas per hari agar kulit terhidrasi
Minum banyak air putih mampu menjaga kulit tetap terhidrasi dengan baik. Dengan demikian, gatal pada kulit yang disebabkan oleh kulit kering bisa dihindari. (*)
5. Jangan stres
Anda dianjurkan sebisa mungkin agar tidak stres. Pasalnya,, stres bisa meningkatkan risiko munculnya gatal-gatal pada kulit.6. Minum banyak air putih

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-gatal-gatal-mandi-pakai-rebusan-daun-jarak.jpg)
