Breaking News:

Polbangtan

Pertanian Tak Ingkar Janji, Petani Milenial Maros Sukses Kembangkan Usaha Jamur Tiram

Salah satu program unggulan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, mandiri dan modern

Editor: Suryana Anas
Polbangtan
Salah satu petani milenial asal Maros yang sukses mengembangkan usaha jamur tiram.  

TRIBUN-TIMUR.COM,MAROS - Salah satu program unggulan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul, mandiri dan modern dengan pendidikan dan pelatihan vokasi bagi petani, penyuluh maupun generasi muda

Upaya ini dibuktikan dengan keberhasilan salah satu petani milenial asal Maros yang sukses mengembangkan usaha jamur tiram

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan perlu dilakukan regenerasi untuk meneruskan pertanian di Indonesia, sebab 70 persen lebih petani ialah petani tua.

“Untuk itu Kementerian Pertanian terus mendorong generasi muda milenial agar mau berkecimpung di sektor pertanian,” tegas Mentan SYL.

Terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi juga menjelaskan SDM pertanian memberikan kontribusi yang paling signifikan di dalam meningkatkan produktivitas. 

“Oleh karena itu, berbicara mengenai pembangunan pertanian berarti kita harus berbicara mengenai pembangunan SDM pertanian. Sebab itu perlu dilakukan regenerasi, diantaranya dengan program petani milenial”, terang Dedi.

Hal inilah yang membuat petani milenial asal Bantimurung Kabupaten Maros bernama Ibrahim (21) sukses budidaya jamur tiram di bawah rumah panggung miliknya dan bisa meraup pundi-pundi rupiah di masa pandemi Covid 19. 

Motivasi ibrahim menggeluti budidaya jamur tiram berawal dari kejenuhan pada saat pandemi covid 19 awal tahun 2020 dan bertahan sampai sekarang. 

“Awalnya dari coba-coba karena jenuh saat pandemi covid-19 dan penasaran dengan budidaya jamur tiram, modal awal saat merintis usaha berawal dari modal 5 juta rupiah dan dibantu dengan 1 orang pekerja, alhamdulillah terus berjalan sampai sekarang,”ujarnya

Untuk pemasaran, Ibrahim memanfaatkan digital marketing yaitu via Instagram, Wa dan Facebook. 

Keuntungan bisnis dari jamur tiram dapat membantu Ibrahim untuk membiayai kuliahnya. 

Dia berharap kedepannya bisa menambah luas lumbung jamur tiram serta membuat olahan hasil jamur tiram

Dengan adanya bantuan hibah kompetitif yang diterima dari Program  Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) ia siap mengembangkan usahanya.  

"Komoditas jamur tiram memiliki prospek yang baik, selain pasarnya luas juga pengembangan produknya sangat beraneka ragam. Selain itu agribisnis jamur tiram merupakan agribisnis berkelanjutan dan ramah lingkungan, terbukti bahwa semua limbahnya mampu di daur ulang dan di manfaatkan kembali," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved