Breaking News:

Tribun Maros

Bawaslu Maros Temukan 164 Pemilih Tidak Memenuhi Syarat di DPB, 69 Diantaranya Sudah Meninggal Dunia

Hal ini disampaikan Kordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Maros, Muhammad Gazali Hadis, Kamis (23/09/21).

Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sudirman
Ist
Menandatanganan MoU antara Bawaslu Maros dan IPM Maros 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS - Sebanyak 164 pemilih tidak memenuhi syarat dalam Daftar Pemilih Berkelanjutan (DPB).

Hal ini disampaikan Kordinator Divisi Pengawasan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Maros, Muhammad Gazali Hadis, Kamis (23/09/21).

"DPB yang dikeluarkan KPU Maros periode September 2021 menunjukkan 164 pemilih tidaK memenuhi syarat," katanya.

Data tersebut merupakan hasil pengawasan langsung Bawaslu di 6 kelurahan/desa dari 5 kecamatan di Kabupaten Maros yang menjadi objek sampling.

"Ada lima kecamatan yang menjadi objek sampling yakni Maros Baru, Turikale, Simbang, Bantimurung, dan Bontoa," katanya.

Gazali merinci data yang tak memenuhi syarat dari lima kecamatan tersebut karena berbagai alasan.

"Meninggal dunia sejumlah 69 pemilih, pindah keluar 72 pemilih dan pindah datang sebanyak 23 pemilih," ungkap 

Temuan tersebut didapat setelah Bawaslu Maros saat melakukan uji petik terhadap DPB yang dimutakhirkan oleh KPU Kabupaten Maros.

Uji petik terhadap DPB dilaksanakan Bawaslu Kabupaten Maros secara serentak pada 20-21 September 2021.

"Fokus dari uji petik sendiri untuk mendapatkan informasi terkait pemilih yang berstatus TMS (tidak memenuhi syarat) dan MS (memenuhi syarat)," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved