Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Teroris

Sepak Terjang Daeng Koro, Mantan Anggota Pasukan Elite TNI AD yang Bergabung Jadi Teroris

Dalam sejarah penyerangan polisi dan masyarakat di Sulawesi Tengah, terselip nama Daeng Koro atau Sabar Subagio.

Editor: Muh. Irham
YouTube
Sabar Subagio alias Daeng Koro, bekas anggota Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha), pasukan elite TNI AD yang kini bernama Kopassus. Daeng Koro menjadi teroris yang ditakuti setelah dipecat dari TNI AD 

TRIBUN-TIMUR.COM - Dalam sejarah penyerangan polisi dan masyarakat di Sulawesi Tengah, terselip nama Daeng Koro atau Sabar Subagio.

Daeng Koro bukan orang sembarangan. Ia adalah mantan anggota pasukan elite TNI AD. Ia pernah menjadi anggota Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha) yang kini bernama Kopassus.


Sabar Subagio alias Daeng Koro mantan Kopassus TNI AD yang jadi teroris (TV One)

Nama Daeng Koro sempat menjadi sorotan lagi karena dia merupakan contoh pecatan TNI yang malah bergabung menjadi teroris.

Sepak terjang Daeng Koro memang sudah tamat.

Ia tewas saat Detasemen Khusus 88 Antiteror melesakkan peluru tajam ke tubuhnya dalam baku tembak, Jumat (3/4/2015) lalu di Pegunungan Sakina Jaya, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.

Kepolisian memiliki catatan panjang soal aksi brutal Daeng Koro.

Catatan itu mulai dari keterlibatannya dalam pelatihan kelompok radikal hingga menjadi dalang dalam serangkaian pembunuhan polisi dan masyarakat adat.

Berikut daftar aksi brutal Daeng Koro dilansir dari Kompas dalam artikel 'Sepak Terjang Daeng Koro, Teroris Pembunuh Polisi hingga Otak Gerakan Radikal'

1. Pelatih dan ketua pelaksana

Catatan yang pertama adalah Daeng Koro berperan sebagai pelatih dan ketua pelaksana beberapa kegiatan tadrib asyakari yang dilaksanakan di sejumlah wilayah di Sulawesi

"Catatan pertama, Daeng Koro adalah pelatih dan ketua pelaksana beberapa kegiatan tadrib asyakari yang dilaksanakan di sejumlah wilayah di Sulawesi," ujar Kepala Penerangan Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto, Minggu (5/4/2015).


Sabar Subagio alias Daeng Koro mantan Kopassus TNI AD yang jadi teroris (Antara Foto)

2. Aktor pembunuhan 2 Polisi

Kedua, Daeng Koro diduga sebagai aktor intelektual dalam pembunuhan dua personel Polisi, Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman di pegunungan Tamanjeka, Poso.

Kedua Polisi itu menghilang pada 8 Oktober 2012 lalu.

Keduanya akhirnya ditemukan aparat Kompi B Batalyon Infanteri 714 Sintuwu Maroso, Selasa 16 Oktober 2012 dalam keadaan tewas mengenaskan di antara Dusun Weralulu di Desa Tokorondo, dan Dusun Tamanjeka di Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir.

Dua mayat itu ditemukan terkubur dengan luka gorok pada leher, di lubang dengan kedalaman sekitar satu meter dan lebar seukuran badan.

Polisi itu dikubur dengan posisi bertumpuk satu sama lain dengan posisi kepala satu orang berada di kaki yang lain, dan hanya menggunakan pakaian dalam. Kondisi mayat sudah bengkak dan seluruh tubuh tertutup lumpur.

3. Penembakan tiga brimob

Ketiga, Daeng Koro terlibat penghadangan dan penembakan yang mengakibatkan tewasnya tiga Brimob di Desa Kalora, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Kamis 20 Desember 2012.

Anggota Brimob yang tewas itu adalah Briptu Ruslan, Briptu Winarto, dan Briptu Wayan Putu Aryawan.

Insiden terjadi ketika petugas gabungan dari Resimen Kelapa Dua Mabes Polri dan Polda Sulteng yang sedang melakukan patroli motor diberondong tembakan dari arah perbukitan.


Sabar Subagio alias Daeng Koro mantan Kopassus TNI AD yang jadi teroris (Kolase SCTV/Tribunnews)

Personel kesulitan membalas lantaran arah tembakan berasal dari hutan.

4. Terlibat kontak senjata

Keempat, Daeng Koro dan rekan-rekannya juga sempat terlibat kontak senjata dengan personel Brimob di Gunung Gayatri, Desa Maranda, Poso pada pertengahan 2012 silam.

5. Tembak masyarakat

Kelima, Daeng Koro diduga terlibat dalam aksi penembakan kepada masyarakat biasa di Dusun Tamanjeka, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir pada Juni 2014. Beruntung, tidak ada korban meninggal dunia.

6. Otak kejahatan KKB Poso

Rikwanto melanjutkan, Daeng Koro adalah otak kejahatan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB di Poso atau MIT Poso.

Ia merupakan ahli strategi KKB Poso yang bernama Mujahidin Indonesia Timur (MIT) atau MIT Poso.

Kelompok ini adalah saudara MIB (Mujahidin Indonesia Barat) yang diketuai Abubakar Ba'asyir.

"Daeng Koro mempertemukan MIT dengan kelompok Makassar, sehingga keduanya akhirnya terhubung," ujar Rikwanto.

Pria yang disebut-sebut pecatan Kopassandha tersebut memiliki keahlian berperang di hutan serta keahlian pembuatan bahan peledak.

Dia juga diketahui sebagai penyedia senjata api untuk kelompok radikal yang ingin melancarkan teror.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunManado.co.id dengan judul Masih Ingat Daeng Koro? Eks Kopassus yang Jadi Teroris, Aksinya Bunuh Polisi Hingga Otak MIT Poso, https://manado.tribunnews.com/2021/09/21/masih-ingat-daeng-koro-eks-kopassus-yang-jadi-teroris-aksinya-bunuh-polisi-hingga-otak-mit-poso?page=all.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved