Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Kemana KM Umsini Usai Tampung Pasien Isolasi Covid-19 Makassar?

Selesainya program isolasi ini, KM Umsini akan kembali beroperasi dan kembali ke fungsi awalnya sebagai kapal Pelni.

Penulis: Siti Aminah | Editor: Hasriyani Latif
DOK TRIBUN-TIMUR.COM
Isolasi apung terpadu Makassar KM Umsini 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kapal milik PT Pelni, KM Umsini tak lagi berstatus sebagai isolasi apung terpadu di Makassar. 

KM Umsini telah menampung 275 peserta sejak beroperasi pada 2 Agustus 2021.

Ada 12 peserta yang turun pada 17 September lalu, tiga hari sebelum pembubaran atau penutupan isolasi apung ini.

Kabid Keselamatan Berlayar kantor Kesyahbandaran Utama Makassar, Triono mengatakan sangat senang bekerjasama dengan Pemkot Makassar.

PT Pelni turut andil dan berkontribusi dalam menuntaskan masalah pandemi.

Selesainya program isolasi ini, KM Umsini akan kembali beroperasi dan kembali ke fungsi awalnya sebagai kapal Pelni.

"Kami akan kembali beroperasi seperi biasanya menjadi angkutan umum yang melayani penumpang," bebernya.

Rencananya, Umsini akan kembali berlayar dan meninggalkan Makassar pada Jumat (24/9/2021) mendatang.

Kapal ini akan melayani penumpang rute Maumere-Larantuka (Flores Timur)- Kupang, Nusa Tenggara Timur.

"Hari Jumat kami bertolak dari Makassar menuju NTT dan setelah itu akan kembali ke Makassar," jelasnya.

Sterilisasi kapal telah dilakukan untuk mencegah terjadinya penyebaran virus dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap KM Umsini.

Pihak Pelni memastikan kapal ini steril dan aman digunakan sebelum melayani pengantaran penumpang.

"Sudah dibersihkan, kita sterilisasi dengan penyemprotan cairan disinfektan," ujarnya.

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, selesainya isolasi apung KM Umsini akan menjadi simbol perlawanan covid-19 meskipun covid belum usai.

"Apa yang dilakukan ini adalah sejarah. Ini penanda bahwa di suatu masa saat Indonesia diserang pandemi ada tempat isolasi yang memberi isolasi menghadapi pandemi, adalah Umsini," ucap Danny Pomanto saat sambutan.

Danny menjelaskan, pada saat KM Umsini beroperasi, kasus harian di Makassar mencapai 5.000 kasus.

"Sekarang sisa 200 kasus, dan sudah banyak kecamatan yang nol kasusnya.

Resmi Ditutup

Isolasi apung terpadu di KM Umsini resmi ditutup. 

KM Umsini telah berlayar membawa 275 peserta selama kurang lebih 50 hari bekerja sama dengan Pemkot Makassar.

Dimulai sejak 2 Agustus 2021 hingga 20 September 2021.

Antara Pemkot dan KM Umsini bersepakat menyudahi program ini mengingat kasus harian sudah semakin menurun.

Pembubaran dilakukan di atap kapal KM Umsini Pelabuhan Soekarno-Hatta, Jl Nusantara.

Wali Kota Makassar, Danny Pomanto mengatakan isolasi apung KM Umsini akan menjadi simbol perlawanan covid-19 meskipun covid-19 belum usai.

Wali Kota Makassar Moh Ramdan Pomanto saat menutup isolasi apung terpadu KM Umsini.
Wali Kota Makassar Moh Ramdan Pomanto saat menutup isolasi apung terpadu KM Umsini. (tribun-timur.com/siti aminah)

"Apa yang dilakukan ini adalah sejarah. Ini penanda bahwa di suatu masa saat Indonesia diserang pandemi ada tempat isolasi yang memberi isolasi menghadapi pandemi, adalah Umsini," ucap Danny.

Ia menjelaskan pada saat KM Umsini beroperasi, kasus harian di Makassar mencapai 5.000 kasus.

"Sekarang sisa 200 kasus,dan sudah banyak kecamatan yang nol kasusnya," ujarnya.

Banyak kenangan selama berjalannya program ini, termasuk kepanikan para nakes saat banyak peserta yang sakit di atas kapal.

Kala itu Danny menenangkan para tenaga kesehatan dan kru yang bertugas.

"Saya tengah malam datang untuk tenangkan semua, karena nakes panik," ujarnya.

Yang paling prestisius yakni pengantaran obat lewat drone.

Aksi tersebut viral di negara-negara dunia seperti China, Kanada, hingga Jerman.

"Drone pengantar obat ini viral di dunia, bahkan di Jerman negara pabrik drone tidak memikirkan cara ini," bebernya.

Karena itu, lanjut Danny sejarah ini perlu dikemas menjadi cerita yang bisa ditonton orang banyak.

Ia pun berencana membuat film dokumenter untuk mengenang program yang dianggap mendapat apresiasi banyak pihak ini.

Menurutnya, ada empat pembelajaran yang bisa dipetik dari program ini.

Yakni adaptasi sosial, inovasi, kolaborasi, dan kolektivitas.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved