Tribun Edukasi
Fungsi Ekor pada Hewan
Dalam kehidupan hewan, khususnya mamalia, ekor yang dimilikinya merupakan bentuk paket evolusi yang tidak terpisahkan.
Sebagai contoh anjing yang mengibaskan ekor di hadapan tuannya.
Perilaku ini dilakukan anjing karena senang melihat tuannya datang untuk bermain atau memberinya makan.
Hewan bisa menggunakan ekornya untuk menjaga keseimbangan tubuh, bentuk perlindungan diri, hingga berkomunikasi.
Tiap hewan mempunyai cara tersendiri untuk memanfaatkan ekor yang menempel pada bagian tubuh belakangnya.
Dalam situs Encyclopaedia Britannica, dijelaskan beberapa fungsi ekor hewan, yakni:
1. Sebagai senjata
Beberapa hewan memanfaatkan ekornya sebagai senjata untuk melindungi dirinya. Contohnya ekor pada serangga bisa digunakan untuk menyengat predator, atau mengeluarkan zat berbahaya.
2. Menjaga keseimbangan tubuh
Fungsi utama ekor hewan ialah menjaga keseimbangan tubuh. Mayoritas hewan membutuhkan ekornya agar keseimbangan tubuh dapat bekerja dengan baik.
3. Menarik hati lawan jenis
Beberapa spesies burung, seperti burung cendrawasih jantan, kalkun jantan, dan merak jantan, menggunakan ekornya untuk menarik hati si betina.
4. Melakukan manuver
Fungsi lain ekor hewan adalah memudahkan mereka untuk melakukan manuver.
Contohnya kera dan tupai yang memanfaatkan ekornya agar bisa bermanuver dengan mudah di pepohonan.
Fungsinya yang beragam dan memudahkan hewan dalam beraktivitas menjadi alasan utama mengapa hewan mempunyai ekor.
Bahkan setelah evolusi panjang, ekornya tetap menempel dan berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "https://www.kompas.com/skola/read/2021/09/18/110000569/kenapa-hewan-punya-ekor-?,".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kucing-orange.jpg)