Breaking News:

Tribun Bisnis

Permata Bank Ajak Masyarakat Gali Potensi Diri Lewat Wealth Wisdom 2021

Tema Wellness to Wealth dihadirkan untuk memberikan rangkaian pengalaman wholistic wealth dalam upaya menuju finansial yang kuat. 

Penulis: Muh. Abdiwan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/ABDIWAN
Press Conference Wealth Wisdom 2021 secara virtual, Rabu (15/9). PermataBank kembali akan menggelar Wealth Wisdom 2021 “Wellness to Wealth”, pada 17-18 September 2021 mendatang 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – PermataBank kembali menggelar acara Wholistic Wealth terbesar di Indonesia, yakni Wealth Wisdom 2021 “Wellness to Wealth”, pada 17-18 September 2021. 

Di tahun ke-7 penyelenggaraannya, PermataBank mengangkat tema Wellness to Wealth untuk mengajak masyarakat bangkit dan optimis dalam menggali potensi diri untuk tetap mengejar aspirasi mereka. 

Diadakan secara virtual, perhelatan ini akan menghadirkan 24 kelas inspiratif dengan lebih dari 50 pembicara dari berbagai latar belakang serta rangkaian kegiatan menarik yang dapat diikuti masyarakat secara gratis.

Tema Wellness to Wealth dihadirkan untuk memberikan rangkaian pengalaman wholistic wealth dalam upaya menuju finansial yang kuat. 

Hal itu dibuktikan dengan kelas-kelas yang tidak hanya mencakup kekayaan (wealth) saja, namun juga kelas-kelas yang memberikan ilmu mengenai kegembiraan (joy), kesehatan (health), dan ketenangan diri (mindfulness). 

Semua menjadi kesatuan yang saling melengkapi, karena PermataBank mempercayai bahwa kualitas hidup yang seimbang menjadi fondasi makna kekayaan yang sesungguhnya.

Adanya pembatasan aktivitas luar ruang membuat masyarakat semakin terbiasa dengan teknologi. 

Digitalisasi hampir dapat dirasakan di seluruh lini kehidupan dan mempengaruhi cara kita bekerja, belajar, berinteraksi, berbelanja, hingga mencari hiburan. 

Meski perubahan ini berdampak positif pada optimalisasi teknologi, peningkatan adopsi digital juga menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang disebut digital fatigue. 

Rilis dari Ernst & Young melaporkan adanya kaitan kecemasan dengan adopsi digital ini. Hampir 50% responden dalam survei tersebut merasa khawatir dengan dampak internet terhadap kondisi psikologis mereka. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved