Porang
Porang Varietas Madiun 1 Laris Manis Setelah Dikunjungi Jokowi
Pada musim kemarau saat ini menjadi berkah tersendiri bagi para petani porang yang melakukan usaha pengeringan umbi porang.
TRIBUN-TIMUR.COM - Salah satu sentra budidaya porang yang berada di desa Klangon, kecamatan Saradan, Madiun. Di desa ini para petani tidak hanya menanam umbi porang namun juga mengolahnya menjadi Chip atau porang kering.
Pada musim kemarau saat ini menjadi berkah tersendiri bagi para petani porang yang melakukan usaha pengeringan umbi porang.
Porang basah yang sebelumnya dicacah, dapat kering selama 5 hingga 6 hari penjemuran disaat cuaca panas. Porang dapat lebih cepat kering dibanding pada saat musim penghujan, yang membutuhkan waktu hingga 15 hari.
Umbi kering atau yang biasa disebut chip porang, ini biasanya diekspor ke mancanegara seperti Jepang, Cina, Taiwan, dan Korea. Chip porang dikenal kaya akan manfaat untuk bahan baku makanan, kosmetik dan lem.
Sayangnya, pada saat musim panen raya saat ini, harga porang justru tidak stabil. Para petani berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga porang di tingkat petani.
Selain melakukan pengeringan porang, pada saat kemarau petani umumnya juga memilah umbi porang ukuran kecil. Untuk dijual sebagai bibit yang akan ditanam pada saat musim penghujan tiba.
Porang Varietas Madiun-1
Ketua Yayasan Masyarakat Porang Indonesia (YMPI) Jumanto mengaku benih porang varietas Madiun 1 banyak dipesan petani porang luar daerah.
Pemesanan terus bertambah pasca-kunjungan Presiden Joko Widodo ke Madiun pada 19 Agustus 2021. Saat itu Jokowi menemui petani porang dan meresmikan pabrik pengolahan porang di Desa Kuwu Kecamatan Pilangkenceng, Madiun.
"Ini yang telepon dan sudah serta akan berkunjung dari luar daerah cukup banyak. Terlebih pasca-kunjungan Pak Presiden 19 Agustus lalu. Banyak yang tanya Benih Madiun 1," kata Jumanto kepada Kompas.com, Senin (13/9/2021).
Direktur PT Repindo, Mustofa pemiliki izin edar benih porang varietas Madiun 1 membenarkan tingginya pesanan. Menurutnya salah satu pesanan datang dari para petani di tiga desa di Kabupaten Trenggalek.
Mereka memesan hingga 21 ton bibit porang dan diminta dikirim sebelum tanggal 17 September 2021. "Iya benar, yang pesan varietas Madiun 1 cukup banyak.
Untuk tiga desa dari Trenggalek itu tadi saja mencapai 21 ton. Rata-rata minta dikirim cepat untuk mengejar musim tanam September-Oktober ini," ujar Mustofa.
Ia mengatakan pesanan benih akan dikirim sesuai jadwal dan urutan karena yang antre sangat banyak.
Selain pesanan yang terus bertambah, Kabupaten Madiun banyak didatangi petani luar daerah untuk studi banding tanam porang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/menteri-pertanian-ri-syahrul-yasin-limpo-dan-syaharuddin-alrif.jpg)