Breaking News:

Tribun Jeneponto

Soal Dugaan Pungli, Dewan Panggil Kepala BKPSDM Jeneponto

Pemanggilan Kepala BKPSDM Jeneponto membahas terkait dugaan pungli yang terjadi di BKPSDM Jeneponto.

Penulis: Muh Rakib | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUH RAKIB
Komisi I DPRD Jeneponto saat RDP terkait dugaan pungli di BKPSDM, Selasa (1492021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, JENEPONTO - Adanya dugaan pungutan liar (pungli) di instansi yang ada di Kabupaten Jeneponto membuat anggota DPRD Jeneponto angkat bicara.

Dugaan pungli tersebut baru-baru terdengar di Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) beberapa hari lalu.

Informasi ini membuat Ketua Komisi I DPRD Jeneponto, Islam Iskandar geram dan langsung memanggil kepala BKPSDM, Basir Bohari.

Pemanggilan Kepala BKPSDM Jeneponto membahas terkait dugaan pungli yang terjadi di BKPSDM Jeneponto.

Islam Iskandar mengaku baru mengetahui adanya dugaan pungli di BKPSDM setelah dimuat di media.

Setelah itu anggota DPRD Komisi I langsung merapatkan dan membahas dugaan pungli itu.

"Ada sudah kita rapatkan RDP, waktu itu kita muat di media. Dua hari setelah termuat kita RDP-kan," ujarnya saat ditemui di gedung DPRD, Selasa (14/9/2021) pagi.

Saat sedang berlangsung Rapat Dengar Pendapat (RDP) kepala dinas BKPSDM membantah ada anggotanya yang melakukan pungli.

Tetapi pihak BKPSDM malah mengatakan bahwa orang luarlah atau adanya perantara yang melakukan pungli.

"Menurut dari BKPSDM itu oknum bukan pegawai dan orang luar," ungkap Islam Iskandar menirukan BKPSDM.

Saat ini pihaknya masih terus mencari tahu siapa yang melakukan pungli dan apabila terbukti maka akan dikenakan sanksi.

Ditanya soal sanksi apa saja yang akan diberlakukan untuk aknum yang melakukan pungli, ketua Komisi I hanya menyerahkan ke pemerintah.

"Mungkin ada sanksi dari Pak Bupati karena kita kan musyawarahkan saja di sini," tutupnya.

Laporan Kontributor Tribun Jeneponto, Rakib

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved