Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PPKM Jawa Bali

PPKM Jawa - Bali Diperpanjang Hingga 20 September

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali kembali diperpanjang mulai 14 September 2021 sampai 20 September 2021.

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Sudirman
Ist
Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, saat menggelar jumpa pers via Youtube, Senin (13/9/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa Bali kembali diperpanjang mulai 14 September 2021 sampai 20 September 2021.

Hal ini disampaikan oleh Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan saat menggelar jumpa pers via Youtube, Senin (13/9/2021).

"Khusus Jawa - Bali, dalam penerapan perpanjangann PPKM Level 4, 3, dan 2 yang dilakukan sejak tanggal 6 September hingga 13 September," ujar Luhut.

Perkembangan kasus secara nasional menujukkan perbaikan yang sangat signifikan dan terus membaik, terlihat dari trend kasus secara nasional hingga 93,9 persen.

Luhut mengatakan, kasus aktif atau pasien Covid-19 secara nasional yang dirawat atau isolasi mandiri turun di bawah 100 ribu orang.

Ia juga menyebut, pemerintah sudah berhasil menurunkan Bali menjadi PPKM Level 3.

"Spesifik di Jawa Bali turun hingga 96 persen dari titik puncaknya pada 15 juli lalu, yang tidak kalah penting kasus aktif sudah dibawa 100 ribu perhari ini karena hari ini ada kasus baru 2.577 dan kesembuhan 12 ribu," katanya.

Sehingga kata Luhut, dari 11 kota/kabupaten level 4 pada minggu lalu, pada hari ini jumlahnya berkurang menjadi hanya 3 kota/kabupaten saja.

"Saya kira ini suatu progres yang sangat menggembirakan, tapi kehati-hatian kita juga sangat penting," terangnya

"Hal ini buah kerjasama semua pihak, menjaga kondisi pemberlakuan PPKM. Situasi penurunan covid di Jawa Bali menjadikan statusnya turun lebih cepat dibanding perkiraan kita," lanjutnya.

Namun disisi lain kata Luhut, kecepatan vaksinasi dan implementasi peduli lindungi, serta penerapan protokol kesehatan masih tertinggal.

"Penurunan PPKM dibeberapa kota/kabupaten menyebabkan eforia, dari masyarakat yang tidak diikuti dengan penerapan protokol kesehatan dan peduli lindungi," jelasnya.

"Hal ini cukup berbahaya karena ini bisa mengundang gelombang berikutnya dari Covid-19, ingat yang lalu kita sudah kena varian alfa dan sekarang kita menghadapi varian delta yang lebih dahsyat," sambungnya

Lanjut Luhut, sejumlah provinsi di Jawa-Bali menyumbang 43,88 persen pertambahan kasus Covid-19 nasional selama sepekan, yakni dari 7-12 September. 

Berdasarkan data Kemenkes, jumlah kumulatif pertambahan kasus di Jawa-Bali pada pekan ini sebanyak 14.954 orang. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved