Tribun Wajo
Pelayanan RSUD Lamaddukelleng Kembali Disorot, Bupati Wajo Bakal Panggil Direktur
Teranyar, keluarga pasien kecelakaan lalu lintas mengamuk di RSUD Lamaddukelleng viral, lantaran keluarganya lamban ditangani.
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Suryana Anas
TRIBUNWAJO.COM, SENGKANG - Pelayanan RSUD Lamaddukelleng Sengkang, kembali menuai sorotan.
Teranyar, keluarga pasien kecelakaan lalu lintas mengamuk di RSUD Lamaddukelleng, lantaran keluarganya lamban ditangani dan viral di media sosial.
Bupati Wajo, Amran Mahmud pun angkat bicara perihal peristiwa itu.
"Kita akan segera jadwalkan memanggil Direktur RSUD Lamaddukelleng untuk mendengarkan klarifikasi agar informasi berimbang," katanya, Senin (13/9/2021).
Amran meminta kepada masyarakat agar tidak memberikan penilaian negatif dahulu sebelum mendapat keterangan dari dari kedua belah pihak.
Hal ini menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.
"Termasuk jika ada kendala-kendala yang dihadapi pihak RSUD Lamaddukelleng sehingga terjadi hal seperti itu untuk segera dicarikan solusi. Pelayanan kepada masyarakat, apalagi terkait dengan keselamatan jiwa, harus maksimal," katanya.
Terpisah, Direktur RSUD Lamaddukelleng, Andi Ela Hafid, yang dikonfirmasi terkait peristiwa itu mengaku sudah memanggil semua penanggung jawab Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan penanggung jawab ambulans untuk mendengarkan klarifikasi langsung.
"Kami tadi sudah memanggil penanggung jawab IGD dan penanggung jawab ambulans. Kronologinya, pasien inisial A usia 21 tahun masuk di IGD RSUD Lamaddukelleng sekitar pukul 11.00 Wita karena kecelakaan lalu lintas dengan diagnosa trauma capitis sedang GCS 10," katanya.
Lebih lanjut, menurut petunjuk dokter IGD, penanganannya mesti melalui Computerized Tomoghraphy (CT) Scan dan rencanakan rujuk ke semua RS di Makassar yang memiliki fasilitas tersebut.
"Dan untuk merujuk, kita segera mengajukan dan mendaftarkan melalui aplikasi Sisrute agar pasien dipastikan siap diterima oleh RS tujuan," katanya.
Andi Ela menyampaikan, aplikasi Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi (Sisrute) terkoneksi ke semua rumah sakit di Kota Makassar. Aplikasi ini untuk mempermudah koordinasi dalam perujukan pasien.
Aplikasi itu memungkinkan untuk mengetahui berbagai hal, termasuk kesiapan rumah sakit penerima, apa yang dibutuhkan oleh pasien yang akan dirujuk, juga ketersediaan tempat tidur agar pasien tetap terlayani dengan baik.
Ketika semua siap, maka pihak rumah saikit penerima akan mengonfirmasi kesiapan melalui Sisrute.
"Sekitar pukul 5 sore, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar-lah yang merespons, itupun pihak di sana meminta beberapa persyaratan sebagai lampiran. Termasuk persetujuan keluarga untuk untuk dilakukan penanganan operasi nantinya setelah sampai di sana," katanya.