Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pembunuhan Ibu & Anak di Subang

Warga Sumpahi Pembunuh Tuti & Amalia Hidup Sengsara, Yoris: Demi Allah & Rasul, Harus Dihukum Mati!

Aksi Yoris, kakak Amalia Mustika Ratu di tengah gelaran doa bersama untuk kematian Tuti dan Amalia di Subang mendadak jadi sorotan

Tayang:
Editor: Ilham Arsyam
kolase Youtube Heri Susanto/TribunJabar
Warga Subang doakan pembunuh Tuti hidupnya sengsara, Yoris menjerit histeris sambil bersumpah 

TRIBUN-TIMUR.COM - Yoris, kakak Amalia Mustika Ratu tak bisa membendung emosinya di tengah gelaran doa bersama untuk kematian Tuti dan Amalia di Subang.

Di tengah-tengah acara doa bersama, tiba-tiba Yoris menjerit histeris.

Tak hanya itu, Yoris juga langsung bersumpah di hadapan semua warga Subang.

Aksi Yoris ini pun langsung jadi perbincangan di media sosial.

Seperti diketahui, warga Subang menggelar acara doa bersama untuk memperingati wafatnya ibu dan anak yang jadi korban pembunuhan.

Ibu dan anak tersebut tewas dibunuh pada Rabu (18/8/2021) silam, lalu mayatnya disimpan di bagasi mobil.

Namun, hingga hari ke-24, pelaku pembunuhan ibu dan anak itu belum tertangkap.

Lantas, warga Subang menggelar acara doa bersama di depan rumah korban, Kamis (9/9/2021) malam.

Selain untuk mendoakan kedua almarhumah, warga meminta doa agar pembunuh Tuti dan Amalia segera ditangkap polisi.

Pada gelaran doa tersebut turut hadir kakak korban Yoris (34), anak tertua Tuti dan kakak Amalia, serta kakak-kakak Tuti.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Heri Susanto, terlihat Yoris mengenakan jaket warna biru dan lehernya dibalut sorban.

Kakak Amalia ini duduk di tengah-tengah jamaah.

Suasana haru menyelimuti gelaran doa bersama tersebut.

Anak sulung Tuti dan Yosef itu tampak tak kuasa menahan tangis saat doa baru dimulai. 

FOLLOW:

Tangisan Yoris pun tidak bisa dibendung saat selesai melakukan doa bersama tersebut.

Namun tangisan Yoris berubah jadi jeritan begitu imam membacakan beberapa doa.

Banyak jamaah yang merupakan warga Subang ini menangis histeris saat ikut melantunkan doa tersebut.

Dalam doa, imam melantunkan doa agar pelaku pembunuhan Tuti dan Amalia hidupnya sengsara dan tidak tenang jika masih belum tertangkap polisi.

"Ya Allah ya Tuhan Kami, berilah keresahan pada para pelaku pembunuhan. Yang menjadikan mereka tidak peroleh ketenangan.

Jadikan mereka tidak bisa menghirup udara siang dan malam, Ya Allah," ucap sang imam.

"Aamiiin," jawab jamaah kompak.

Tak hanya itu, sang imam juga berdoa agar polisi bisa mengungkap pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Bahkan, sang imam berdoa agar pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang segera ditangkap polisi dan tidak berusaha kabur lagi.

"Sempitkan gerak mereka ya Allah. Sempitkan urusan mereka ya Allah. Karenanya ya Allah, mudahkan penyidik kepolisian menyingkap masalah ini, ya Allah.

Beri kekuatan kepada aparat biar bisa buka tabir pembunuhan ini ya Allah. Tangkap pelaku sebenarnya ya Allah," papar sang imam sambil menangis.

"Aaamiin," imbuh jamaah, ada yang ikutan juga menangis.

Kemudian, imam pun berdoa agar pelaku pembunuhan hidupnya sengsara selama belum berhasil ditangkap polisi.

"Karenanya, hancurkan kekuatan mereka. Hancurkan ilmu-ilmu mereka Ya Allah. Runtuhkan semua apa yang mereka miliki. Agar mereka menerima balasan dari apa yang sudah mereka lakukan," ungkap sang imam.

"Ya allah ya Tuhan kami, kami lemah. Kami tidak kuasa, Kau Maha Kuasa," tambahnya.

"Aaamin ya Allah,"  ucap jamaah.

Ketika para jamaah menangis, Yoris tiba-tiba menjerit histeris.

"Aaamin, aamin, aamiin ya Allah," teriak Yoris sambil menjerit.

Kemudian belum selesai berdoa, kakak korban itu pun kembali berteriak sambil bersumpah menyebut nama Allah.

Rupanya, Yoris geregetan berharap pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang tertangkap segera.

"Semoga pelakunya cepat tertangkap demi Allah, demi Rosulullah supaya tertangkap pelakunya kalo bisa dihukum mati," kata Yoris sambil terisak.

Tangis Yoris bahkan kembali pecah ketika ia meminta agar pembunuh Tuti dan Amalia Mustika Ratu dihukum mati.

Bahkan, di akhir ucapannya yang menggebu-gebu, Yoris pun berteriak takbir di hadapan jamaah.

"Beri hukuman yang setimpal kepada pelakunya, harus dihukum mati, harus dihukum mati pokoknya, Allahuakbar," teriak Yoris.

"Demi Allah dan demi Rasulullah, harus dihukum mati. Allahu Akbar," pungkasnya.

Melihat Yoris yang menjerit histeris, anggota keluarga lain berusaha menenangkan.

Update Perkembangan Kasus: Sosok Wanita Misterius di Mobil Silver

Muncul misteri baru dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Subang.

Seorang warga menuturkan sempat melihat pergerakan mobil silver di hari pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

Dari dalam mobil silver itu turun seorang wanita membawa bungkusan.

Jejaknya dari pergerakan mobil silver dan wanita itu diduga terendus oleh anjing pelacak.

Sekadar mengingatkan, jasad Tuti dan Amalia Mustika Ratu pertama kali ditemukan oleh Yosef, suami korban pada Rabu (18/9/2021) sekitar pukul 07.00 WIB.

Satu jam sebelumnya, seorang warga, Ajat, melihat mobil Alphard hitam sedang parkir di rumah Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

Senin (30/8/2021) Polres Subang bersama Polda Jabar sempat menerjunkan anjing pelacak atau K9 ke lokasi pembunuhan Tuti dan Amalia Mustika Ratu.

Saat itu Polisi mengenduskan sepatu putih ke anjing pelacak.

Anjing pelacak lalu membawa polisi ke sebuah tempat pencucian mobil.

Lokasi pencucian mobil itu tak jauh dari rumah Tuti dan Amel, jaraknya sekitar 500 meter.

Akun Yotube Fredy mengungkap tujuan anjing pelacak mengarah ke tempat cucian mobil.

Dari informasi yang ia dapat, anjing pelacak mengendus ke arah tong sampah yang terbuat dari besi.

Menurut Fredy, Polisi lalu menyelidiki CCTV yang terpasang di depan cucian mobil tersebut.

Dari rekaman CCTV, kata Fredy, terlihat pergerakan mobil warna silver yang berhenti di depan tempat cucian mobil sekitar pukul 07.00 WIB.

Sesaat kemudian, keluar seorang wanita dari mobil silver.

"Keluar seorang wanita membawa kantong kresek dan dibuang di tong sampah di tempat pencucian mobil.

adanya di halaman pencucian mobil, tidak ada gerbang," katanya.

Menurutnya saat wanita tersebut membuang sebuah bungkusan, tak ada karyawan pencucian mobil.

"Karyawan jam 10 pagi," katanya.

Berdasar pengakuan pegawai, sampah yang ada di tong sampah tersebut selalu dibakar setiap harinya.

"Mobil ke sini otomatis cuci, ini mah di depan, ada perempuan jalan di CCTV mah, gak tau buang apa," kata seorang pegawai pencucian mobil.

"Udah jadi areng kan tiap hari dibakar (sampahnya)," tambahnya.

Ia kembali menceritakan soal mobil yang berhenti di depan cucian mobil lalu ada perempuan keluar membawa bungkusan.

"Mobil berhenti ada wanita turun, jam 7 kurang, pas hari kejadian," katanya.

Petugas pencucian mobil ini mengaku melihat wanita yang keluar dari mobil.

"Lihat saya mah perempuannya di CCTV, cuman gak begitu jelas. buang terus masuk lagi, cuma sebentar," katanya,

Soal ini, kuasa hukum Yosef, Rohman Hidayat mengaku tak tahu menahu.

"Wah gak tau, tanya penyidik aja," katanya.

Yosef pun, kata Rohman, tak pernah ditanyakan perihal temuan ini.

"Gak pernah ditanya juga," kata Rohman Hidayat saat dihubungi TribunnewsBogor.com.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Di Depan Rumah Yosef, Warga Sumpahi Pembunuh Tuti dan Amalia Hidup Sengsara, Yoris Teriak Histeris, .

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved