Breaking News:

UNM

Pemkab Takalar Gandeng LIPK UNM Kembangan Potensi Cabai

Kerjasama yang akan dibangun merupakan upaya pengembangan potensi daerah kabupaten Takalar khususnya yang terkait dengan bidang kewirausahaan.

Editor: Suryana Anas
LIPK UNM
Ketua LIPK UNM, Prof Dr Ramli Umar MSi saat bertandang di ruang kerja Sekretaris Daerah Takalar, Jumat (1092021). Kunjungan ini sebagai tindak lanjut dari rencana kerjasama yang telah ditandatangani Rektor UNM bersama dengan Bupati Takalar. 

TAKALAR - Pemerintah Kabupaten Takalar bersama Lembaga Inovasi dan Pengembangan Kewirausahaan (LIPK) Universitas Negeri Makassar,menjalin komitmen bersama dalam mengembangkan potensi cabai di Kabupaten Takalar.

Komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU yang telah ditandatangani kedua pihak.

Ketua LIPK UNM, Prof Dr Ramli Umar MSi saat bertandang di ruang kerja Sekretaris Daerah Takalar, Jumat (10/9/2021) menyampaikan kunjungan ini sebagai tindak lanjut dari rencana kerjasama yang telah ditandatangani Rektor UNM bersama dengan Bupati Takalar.

Ramli menyampaikan kerjasama yang akan dibangun merupakan upaya pengembangan potensi daerah kabupaten Takalar khususnya yang terkait dengan bidang kewirausahaan.

“LIPK sebagai salah satu lembaga di UNM yang bergerak dalam bidang kewirausahaan memiliki komitmen untuk turut andil dalam mengembangkan potensi yang ada di masyarakat dan salah satu program kami adalah melakukan pendampingan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah yang ada di tengah masyarakat,” ujarnya dalam rilis yang diterima Tribun.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Takalar, H. Muhammad Hasbi, memberikan apresiasi positif terkait kerjasama tersebut dan meminta kepada pihak LIPK untuk bersama-sama mengembangkan potensi cabai yang ada di Kabupetan Takalar.

Hasbi memaparkan saat ini kepastian harga cabai tidak menentu sehingga berdampak pada pendapatan petani cabai yang tidak pasti.

Akan tetapi, lanjut Hasbi, dengan menjadikan cabai sebagai produk olahan, menjadi solusi dalam mengurangi dampak menurunnya harga capai di pasaran.

Olehnya, Hasbi berharap LIPK UNM dapat mengambil peran dalam mengembangkan potensi dari komoditi tersebut, dengan melakukan pendampingan dan penguatan industry rumah tangga bagi petani cabai.

“Awal kerjasama ini kita tuangkan khusus pada petani cabai karena Takalar memiliki potensi yang baik dalam hal komoditi tersebut, akan tetapi kemampuan petani dalam pengolahan hasil pertanian masih rendah, dan hanya menggantungkan pada sistem penjualan hasil pertanian secara langsung,” paparnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved