Tribun Gowa
Pelaku Pesugihan di Gowa Sering Gelar 'Ritual' Pengobatan di Lembang Panai
Bocah berinisial AP (6) menjadi tumbal pesugihan oleh kedua orangtuanya, paman dan neneknya di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Bocah berinisial AP (6) menjadi tumbal pesugihan oleh kedua orangtuanya, paman dan neneknya di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa.
Ibu korban tega mencongkel mata kanan anaknya sendiri. Bahkan AP diduga menjadi korban ritual pesugihan.
Satu keluarga ini ternyata sering mengadakan perkumpulan. Ia kerap kali menjalani semacam ritual dalam praktek pengobatan bersama.
Setidaknya, ada sekira 30an orang dalam rumpung keluarga tersangka yang kerap kali mengadakan perkumpulan dengan sembunyi-sembunyi.
Sekretaris Camat (Sekcam) Tinggimoncong, Al Ahsar Acmad mengatakan, data yang diperolehnya dari kelurahan dan lingkungan setempat, ada 30 nama merupakan rumpun satu keluarga.
"Itu masuk dalam wilayah Lembang Panai, semuanya serumpun," ujarnya kepada wartawan di lokasi, Kamis (9/9/2021).
Dia menduga bahwa puluhan orang tersebut patut dicurigai.
Namun dia mengaku belum bisa mempastikan apaka mereka satu aliran atau tidak.
"Kami curigai demikian, kami tidak bisa pastikan apakah mereka satu aliran atau bagaimana. Cuman ini informasi dari pemerintah setempat dalam hal ini lingkungannya, bahwa mereka sering berkumpul bersama," jelasnya.
Namun dia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah pertemuan itu dalam rangka membahas soal spiritual pesugihan atau membahas internal keluarga secara khusus.
"Mereka berkumpul melakukan apa kita juga tidak tahu. Cuman ini satu keluarga, satu rumpun, lagiankan yang tahu kegiatan ini masing-masing mereka yang tahu," kata dia.
"Untuk mendalami kita juga sementara pengawasan di polsek bagaimana tindak lanjutnya apakah betul ini semuanya ada sangkut pautnya atau tidak. Cuman kami hanya mendalami yang sering adakan kegiatan-kegiatan perkumpulan di rumah korban (AP)," sambung dia.
Terkait alirannya kata dia masih didalami oleh pihak berwenang.
Ashar mengaku bahwa mereka melakukan perkumpulan secara tertutup.
Bahkan tetangga pelaku juga tidak tahu saat dimintai keterangannya. Dia menduga tetangga pelaku menutup-nutupi dan mengaku tidak tahu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-di-rumah-ap-korban-pesugihan-oleh-kedua-orangtuanya-kakek-dan-pamannya.jpg)