Breaking News:

Ngobrol Virtual Tribun

Setelah 6 Kali Mencoba, Achmad Firdaus Hasrullah Akhirnya Dapat Beasiswa S2 di Rusia

Akan tetapi kelima kampus dari berbagai penjuru dunia itu rupanya hanya menanggung biaya hidup dan pendidikan selama setahun.

Penulis: Ari Maryadi | Editor: Hasriyani Latif
Tangkapan layar youtube
Achmad Firdaus Hasrullah jadi narasumber dalam Ngobrol Virtual Tribun Timur bertema Kuliah, Pandemi, di Negeri Beruang Merah, Kamis (9/9/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Achmad Firdaus Hasrullah menempuh jalan terjalan untuk memperoleh beasiswa pendidikan jenjang magister di luar negeri.

Beasiswa pendidikan ke Rusia adalah percobaan keenam bagi jebolan Hubungan Internasional Universitas Hasanuddin itu.

Sebelumnya ia pernah mencoba lima kali beasiswa luar negeri dari sejumlah negara.

Akan tetapi kelima kampus dari berbagai penjuru dunia itu rupanya hanya menanggung biaya hidup dan pendidikan selama setahun.

Tahun kedua sang mahasiswa haru mencatatkan prestasi.

Berikut kisahnya dalam Ngobrol Virtual Tribun Timur bertema Kuliah, Pandemi, di Negeri Beruang Merah, Kamis (9/9/2021).

Ngobrol dipandu jurnalis Tribun Timur Alfian ditayangkan langsung di YouTube Tribun Timur dengan 4,8 juta Subscribers:

Prosesnya dalam beasiswa ini tidak seketat LPDP, tapi sangat jelas programnya, kita daftar beasiswa mereka ingin tahu sejauh mana calon mahasiswa bagaimana pandangan mereka ke Rusia, setelah interview sehari di Jakarta,

Kita memilih Universitas di Rusia, saya daftar S2 di kampus Moskow kampus ekonomi. yang ada di Kota Moskow.

Setelah itu disuruh program bahasa satu tahun free.

Pertama saya pencari beasiswa telah coba lebih dari lima negara, malaysia, Thailand, Taiwan, Ceko, hungaria, semuanya bersifat parsial, hanya dibayar satu tahun, tahun kedua tergantung bagaimana prestasi kita.

Akhirnya saya tidak ambil, pas tengah malam saya cari, saya dapat lagi, saya cari tahu polanya bagaimana, ternyata semua beasiswa utamakan eils, toefl, terkadang orang Indonesia kesulitan, harus kursus dulu.

Namun di studi ini tidak apa tidak sertakan sertifikat itu, karena hanya utamakan keinginan untuk belajar di Rusia, karena kita pasti bakal tahu dari nol sampai seratus.(*)

Laporan Kontributor Tribun Timur Ari Maryadi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved