Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Poliandri

Kisah Wanita Bersuami Tiga, Sepatu di Depan Kamar Jadi Tanda

Nah, bagaimana jika seorang wanita menikah dengan beberapa orang pria? Ini yang dinamakan poliandri.

Tayang:
Editor: Muh. Irham
ist
Ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Istilah poligami sudah menjadi hal biasa yang sering kita dengar dan baca di media mainstream maupun media sosial.

Poligami artinya, seorang pria menikah dengan beberapa orang wanita. 

Nah, bagaimana jika seorang wanita menikah dengan beberapa orang pria? Ini yang dinamakan poliandri. Istilah ini diambil dari bahasa Yunani.

Melansir dari laman Britannica, fenomena poliandri di masyarakat adalah sesuatu yang langka dan jarang terjadi.

Namun, ada dua daerah yang paling terkenal dengan poliandri dan terus dipraktikkan hingga kini. Daerah tersebut adalah Dataran Tinggi Tibet dan Kepulauan Marquesas.

Di Tibet sendiri terdapat sebuah keluarga besar. Mereka tinggal di sebuah desa bernama Sakya, yakni sejauh 400 km barat kota Lhasa.

Keluarga ini memiliki satu orang istri, tiga orang suami, dan lima orang anak. Suami pertamanya adalah seorang dokter yang bekerja di desa.

Suami keduanya adalah seorang penggembala yang selalu menjaga keluarga bersama sang istri. Sementara suami termuda bekerja di kota Lhasa setelah lulus dari universitas.

Wanita 30 tahun ini adalah seorang ibu rumah tangga yang membagi pekerjaan rumah dengan sangat adil.

Pada pagi hari, ia akan langsung membuat sarapan, membangunkan anak-anak, mengambil air, dan berdoa.

Tak lupa, ia turut memberikan makan sapi-sapi dan juga memerah susu. Pekerjaan rumah seperti menyapu dan membersihkan meja juga ia lakukan.

Sebelumnya, wanita ini memiliki tiga orang ayah dan satu Bunda juga. Namun, kini kedua ayahnya telah meninggal dan menyisakan ayah termudanya saja.

Sang ayah bekerja sebagai pembuat celemek. Celemek ini akan digunakan oleh para wanita yang menandakan bahwa dia sudah menikah.

Menurut sang ayah, kebudayaan poliandri di tanah Tibet adalah hal biasa yang sudah dilakukan sejak zaman kuno. Dengan banyaknya anggota keluarga, itu artinya kekayaan dalam keluarga juga akan bertambah.

"Dalam hal ini (poliandri), keluarga akan mendapatkan lebih banyak kekayaan. Kalau keluarga berpisah, tidak akan mudah untuk bisa bertahan di tanah ini (Tibet). Kita memiliki tradisi ini sejak zaman kuno," kata sang ayah dilihat dari kanal YouTube Tibet Travel (Tibet Vista) pada Senin (6/9/2021).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved