Breaking News:

Citizen Reporter

Dompet Dhuafa Bangun Gudang Kopi untuk Petani Pelosok Pinrang

Dompet Dhuafa menyediakan rumah pengeringan yang dapat digunakan untuk menjemur hasil pulping kopi baik musim kemarau maupun hujan

Penulis: CitizenReporter | Editor: Suryana Anas
Citizen Reporter/Dhuafa Sulsel
gudang penyimpanan kopi yang akan digunakan untuk menyimpan hasil penjualan petani Kopi Letta. 

Citizen Reporter, Mega Herdiyanti, Program Content Creator Dompet Dhuafa Sulsel melaporkan dari Makassar

PINRANG - Dompet Dhuafa Sulsel turut serta ikut mensejahterakan para petani kopi terutama wilayah pelosok di Kabupaten Pinrang.

Salah satu penerima manfaat Dompet Dhuafa adalah Burhan yang mendapatkan bantuan program muda berdaya untuk mengembangkan potensi Kopi Robusta di Dusun Sipatokkong, Desa Letta, Kec Lembang, Pinrang

Melalui bantuan Dompet Dhuafa, Burhan perlahan-lahan mengembangkan Kopi Letta, memberdayakan petani kopi untuk meningkatkan kualitas kopinya.

Sehingga tidak hanya membeli hasil kopi, namun juga memberikan edukasi kepada petani proses peremajaan, pemeliharaan, penanganan penyakit dan pengolahan pasca panen. Di samping itu juga memberdayakan para ibu-ibu pemetik biji saat masa panen tiba.

Saat ini Dompet Dhuafa telah menyediakan rumah pengeringan yang dapat digunakan untuk menjemur hasil pulping kopi baik musim kemarau maupun hujan. Petani tidak perlu khawatir kopinya menjadi busuk.

Selanjutnya, pada Minggu (29/08) Dompet Dhuafa Sulsel kembali mendatangi Letta untuk resmikan gudang penyimpanan kopi yang akan digunakan untuk menyimpan hasil penjualan petani Kopi Letta.

Peresmian gudang ini dihadiri oleh pimpinan cabang DD Sulsel, Pemangku Adat, Kepala Dusun dan para petani penerima manfaat.

Rahmat Hidayat HM mengutarakan “Ini adalah 1 tahun kami di bekerjasama dengan Burhan untuk memberdayakan potensi desa (kopi). Semoga dengan adanya gudang ini, perlahan akan meningkatkan komoditas petani," terang Rahmat pimpinan cabang DD Sulsel.

"Semoga para petani juga konsisten untuk memperbaiki kualitas kopinya. Melihat potensi kopi di Letta saat ini mencapai 6 - 8 ton maka tidak mungkin untuk meningkatkan hasilnya mencapai 10 ton per tahun. Melalui perpanjangan tangan orang yang berzakat, Ini adalah salah satu langkah kami memberdayakan para penerima manfaat untuk mengembangkan potensi desa yang ada,” imbuh Rahmat.

Menambahkan, kepala Dusun Sipatokkong, Tahir mengungkapkan bahwa “Dengan masuknya Dompet Dhuafa, kami bisa belajar memperbaiki kualitas kopi sehingga banyak masyarakat yang merasakan kualitasnya dari hulu hingga ke hilir” sambutnya.

Dengan adanya gudang penyimpanan ini, para petani juga tak perlu lagi menjual hasil panen kopinya ke tengkulak di Kota, ini akan menjadi tempat penyimpanan hasil kopi petani untuk diolah lebih lanjut dan dipasarkan ke coffee shop hingga marketplace.

Selain itu, Burhan menyampaikan bahwa gudang kopi ini juga dapat digunakan bersama oleh para warga yang berada di Dusun Sipatokkong, Letta untuk menyimpan kopinya agar tidak menumpuk di rumahnya juga untuk tetap dipantau kualitasnya.

Desa Letta sendiri merupakan penghasil kopi jenis robusta. Wilayah ini memiliki ketinggian 800 hingga 1000 mdpl yang merupakan kondisi ideal untuk memproduksi kopi jenis robusta. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved