Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Taliban

Taliban Bunuh Penyanyi Folk Afghanistan Fawad Andarabi, Denny Siregar: Lebih Moderat Katanya . . .

Denny Siregar turut berkomentar terkait aksi kelompok Taliban bunuh penyanyi Folk Afghanistan bernama Fawad Andarabi. Cuitan DS merupakan sentilan.

Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Kolase: Penyanyi Folk Afghanistan, Fawad Andarabi (Alarabiya) dan Denny Siregar (YouTube CokroTV). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pegiat media sosial Denny Siregar turut berkomentar terkait aksi kelompok Taliban bunuh penyanyi Folk Afghanistan bernama Fawad Andarabi.

"Lebih moderat katanya...," tulis Denny Siregar tulis Denny Siregar lewat postingan di Twitter @Dennysiregar7, Senin (31/8/2021) pukul 9.45 pagi, seperti dilansir Tribun-timur.com.

Cuitan Denny Siregar disertai link artikel tentang Taliban yang membunuh Fawad Andarabi.

Dilansir dari Tribunnews.com, mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Afghanistan, Masoud Andarabi mengatakan bahwa Taliban telah membunuh penyanyi musik folk Fawad Andarabi di provinsi Baghlan, di timur laut Afghanistan.

Dikutip dari laman Sputnik News, Minggu (29/8/2021), ia menyebut Taliban mengeksekusi Fawad secara brutal.

Padahal selama ini, kata dia, Fawad dikenal sebagai penyanyi yang selalu memberikan keceriaan bagi warga Andarab, di tengah eksisnya kelompok militan Taliban yang terus meneror warga Afghanistan, termasuk wilayah itu.

"Kebrutalan Taliban berlanjut di Andarab, hari ini mereka secara brutal membunuh penyanyi folkloric, Fawad Andarabi yang hanya bernyanyi untuk membawa kegembiraan bagi lembah ini dan masyarakatnya.

Saat ia bernyanyi di sini 'lembah kita yang indah, tanah nenek moyang kita' tidak akan tunduk pada kebrutalan Taliban," cuit Masoud, dalam akun Twitter miliknya.

Sebelumnya, Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengatakan bahwa pertunjukan musik dilarang di Afghanistan.

"Musik dilarang dalam Islam, tetapi kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal-hal seperti itu, ketimbang menekan mereka," kata Mujahid kepada New York Times.

Perlu diketahui, sejak menguasai Afghanistan pada 15 Agustus lalu, Taliban mengklaim bahwa mereka hanya berusaha untuk membawa perdamaian ke negara itu serta mengganti pemodelan pemerintahannya di bawah visi konservatif yang didikte oleh pemahaman kelompok itu tentang hukum Syariah.

Organisasi inti dari kelompok ini mengklaim tidak mencari keuntungan tambahan teritorial, namun beberapa cabang afiliasinya tampaknya tertarik untuk menaklukkan daerah-daerah berpenduduk Pashtun di dekat Pakistan.

Sementara itu, bertentangan dengan Taliban, al-Qaeda, sekutu lama sekaligus 'tamu' di Afghanistan, dan ISIS, sedang berupaya untuk mendirikan kekhalifahan berbasis Syariah di seluruh dunia.

Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh mengatakan bahwa 'tidak ada bedanya' antara kelompok teroris al-Qaeda, ISIS dan Taliban, ketiganya dianggap sejajar.

Ia menegaskan, tidak ada perbedaan yang terlihat diantara tiga kelompok ekstremis itu.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved