Breaking News:

Tribun Luwu Utara

Korban Banjir Bandang di Kampung Lombok Luwu Utara Tolak Pembangunan Tanggul

Pekerjaan yang akan dilaksanakan di Kampung Lombok adalah pembangunan tanggul tanah dan urugan batu.

Penulis: Chalik Mawardi | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/CHALIK
Kondisi Kampung Lombok, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, saat banjir bandang Juli tahun 2020. 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Sejumlah warga bantaran Sungai Masamba di Kampung Lombok, Kelurahan Bone Tua, Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, yang menjadi korban banjir bandang menolak rencana pembangunan tanggul.

Warga menolak dengan alasan harus ada ganti rugi lahan.

Menyikapi hal tersebut, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ), Andi Sulfikar angkat bicara.

Ia menjelaskan tidak ada pembebasan lahan dalam pengendalian banjir di Sungai Masamba.

Hal itu mengacu pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

"Selama kegiatan ini berlangsung, kami lakukan tahapan sosial mulai dari tingkat atas sampai tingkat bawah, tapi masyarakat Lombok memang masih berharap ada ganti rugi lahan," kata Sulfikar di Masamba, Kamis (26/8/2021).

"Tapi di satu sisi harus juga diketahui oleh masyarakat bahwasanya kegiatan pengendalian banjir Sungai Masamba ini di dalam DIPA itu tidak ada tertuang untuk pembebasan lahan," katanya.

Pekerjaan yang akan dilaksanakan di Kampung Lombok adalah pembangunan tanggul tanah dan urugan batu.

Fungsinya untuk mencegah banjir di dataran yang dilindungi.

"Kompleksitas pembangunan tanggul itu membutuhkan waktu yang agak lama," tuturnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved