Khazanah Islam
Batalkah Wudhu Jika Sentuhan Kulit? Berikut Pandangan 4 Mazhab: Hanafi, Hanafi, Syafi’iy & Hanbali
Apakah Wudhu Batal Jika Kulit Bersentuhan, Batalkah Wudhu Jika Sentuhan Kulit, apakah wudhu batal jika bersentuhan dengan suami?
TRIBUN-TIMUR.COM - Wudhu adalah salah satu cara menyucikan anggota tubuh dengan air. Seorang muslim diwajibkan bersuci setiap akan melaksanakan salat.
Namun masih banyak yang ragu tentang hal-hal yang bisa membatalkan wudhu.
Rubrik Tribun Khazanah Islam edisi ini membahas pertanyaan yang sering diajukan soal wudhu.
Seperti pertanyaan ini: Apakah Wudhu Batal Jika Kulit Bersentuhan, Batalkah Wudhu Jika Sentuhan Kulit, apakah wudhu batal jika bersentuhan dengan suami, apakah wudhu batal jika bersentuhan dengan istri ?
Berikut pendapat 4 mazhab atau madzhab terkait hal tersebut seperti dilansir TRIBUN-TIMUR.COM dari buku Masalah Khilafiyah 4 Madzhab Terpopuler:
Madzhab Hanafi berpendapat bahwa sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan tidak membatalkan wudhu.
Dalam masalah ini, Madzhab Hanafi menggunakan dalil shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dengan sanad yang shahih:
وعن عائشة أن النبي صلى الله عليه وسلم :كان يصلي وهي معترضة بينه وبين القبلة فإذا أراد أن يسجد غمز رجلها, فقبضتها. رواه البخاري ومسلم.
Dari Aisyah RA. Sesungguhnya Nabi SAW melakukan shalat. Sementara Aisyah tidur diantara beliau dan arah kiblat, apabila Nabi SAW hendak sujud beliau geser kaki Aisyah. (HR.Bukhari dan Muslim)
Dan juga menggunakan dalil yang diriwayatkan oleh at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud & Al-Baihaqi:
عن حبيب ابن أبي ثابت عن عروة عن عائشة رضي الله عنها أن النبي صلى الله عليه وسلم قبل بعض نسائه ثم خرج إلى الصلاة ولم يتوضأ. رواه الترمذي وابن ماجه وداود والبيهقي.
Dari Hubaib bin Abi Tsabit dari Urwah dari Aisyah RA. Sesungguhnya Nabi SAW pernah mencium istrinya kemudian keluar untuk shalat dan tidak berwudhu lagi. (HR.at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Abu Dawud & Al-Baihaqi)
Madzhab Maliki berpendapat bahwa sentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan jika disertai dengan sahwat maka membatalkan wudhu, namun jika tidak disertai sahwat maka tidak membatalkan wudhu.