Women Talk
Kenalkan Hasnawati Saleh, Ilmuan Asal Bugis Koordinator Riset Lintas Negara Indonesia-Australia
Perempuan asal Kabupaten Bone itu kini menjadi Koordinator Riset PAIR The Australia-Indonesia Centre
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Diskusi Women Talk menghadirkan narasumber ilmuan Indonesia asal Sulawesi Selatan bernama Hasnawati Saleh, Ph.D, Selasa (17/8/2021) sore.
Perempuan asal Kabupaten Bone itu kini menjadi Koordinator Riset PAIR The Australia-Indonesia Centre, sebuah riset penelitian lintas negara.
Jebolan Fakultas Ilmu Kedokteran Universitas Hasanuddin itu mengoordinasi peneliti lintas negara dari Indonesia ataupun Australia.
Perempuan yang akrab disapa Nana itu menyampaikan materinya secara virtual dari Melbourne Australia.
Koordinator Program Women Leader LSKP Alfiana yang bertindak sebagai host lalu menanyakan apa saja sebenarnya peran tugas-tugas Hasnawati Saleh dalam kerja-kerja riset PAIR.
"Tugas saya mengoordinir para peneliti PAIR, jadi kami ada 50-an orang peneliti yang berasal dari dua bangsa yaitu Indonesia Australia, peneliti lintas negara, lintis, institusi, bahkan lintas budaya," kata Nana dalam paparannya.
Hasnawati Saleh punya peran membantu para peneliti PAIR agar hasil penelitian tetap sasaran sesuai kebutuhan masyarakat.
"Peran saya bantu para peneliti ini supaya riset itu telat sasaran jadi sesuai kebutuhan, ada dukungan, bisa berikan masukan pada kebijakan lebih tepat," katanya.
Hasnawati Saleh lalu menceritakan sedikit perjalanan studinya dari S1 hingga S3 yang lintas disiplin keilmuan.
"Saya ilmuan, S1 saya kedokteran, S2 sains, peneliti sains Australia, perjalanan karier terekspos lintas disiplin, saya banyak berkecimpung di lintas disiplin, terutama riset bisa diadvokasi untuk jadi sebuah kebijakan," katanya.
Nana sangat mencintai sains dan penelitian sejak masih berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas), Makassar.
Nana pernah memperoleh beasiswa Pemerintah Jepang program pertukaran mahasiswa pada 1996 silam.
Meski masih berumur 24 tahun ketika itu, Nana sudah menjadi peneliti muda di bidang biomedik berfokus studi rekayasa gen (DNA) bakteri di Fakultas Kedokteran Universitas Kagoshima selama setahun.
Hal itu membuat Nana kian berminat pada bidang penelitian, utamanya bidang biologi molekuler (biomedik).
Nana menyelesaikan pendidikan S2 riset master of Science di Universitas Queensland pada 2000 hingga 2002.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/diskusi-wome9i87.jpg)