Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Afganistan

Terungkap Taliban Punya Pasukan Khusus Mematikan, Namanya Red Group Dilengkapi Senjata Canggih

Seberapa Kuatkah Taliban? Tak Banyak yang Tahu Ternyata Mereka Punya Pasukan Khusus Mematikan, Inilah Unit Darah, Berhasil Sukseskan Operasi Taliban d

Editor: Arif Fuddin Usman
screenshot aljazeera via intisari.grid.id
Pasukan khusus Taliban Red Group atau Red Unit yang jadi kekuatan utama Taliban mengambil wilayah Afganistan 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pendudukan sebagian wilayah Afganistan oleh tentara Taliban mengungkap fakt-fakta pasukan yang dimiliki.

Salah satu wilayah yang diduduki Taliban adalah pos terluar pemerintah Afghanistan di Imam Sahib, distrik utara Provinsi Kunduz.

Seperti diketahui, pos tersebut telah kosong selama 2 bulan setelah dikepung oleh Taliban.

Awalnya unit komando elite akan datang seminggu sekali untuk melaksanakan tugas harian dan mengisi pasokan kebutuhan harian warga.

Namun nyatanya, rencana kedatangan pasukan seminggu sekali itu semakin jarang.

"Di hari-hari terakhir, tidak ada makanan, tidak ada minuman dan senjata," ujar prajurit Taj Mohammad, 38.

Melarikan diri dalam kendaraan angkut lapis baja dan Ford Ranger, pasukan yang tersisa akhirnya lari menuju ibukota provinsi yang relatif aman, tapi kemudian juga lumpuh beberapa minggu kemudian.

Akhirnya 11 kendaraan lapis baja ditinggal untuk Taliban.

Saat berbagai distrik jatuh ke pasukan Taliban tanpa adanya dukungan jelas dari tentara nasional Afghanistan dan polisi.

Tentara lain mulai realistis dan menghitung tidak sepadan untuk melawan, terutama jika Taliban menawarkan rumah yang aman.

Lantas, mengapa Taliban bisa begitu kuat?

Siapakah sebenarnya mereka?

Mengutip Wikipedia, Taliban yang artinya murid adalah sebuah pergerakan Islami Deobandi dan organisasi militer yang menyerukan perang terutama perang jihad di Afghanistan.

Sejak kependudukan Uni Soviet di Afghanistan tahun 1979, pejuang mujahidin Afghanistan berperang dengan pasukan Soviet.

Presiden Pakistan saat itu Muhammad Zia-ul-Haq, takut jika Soviet berencana menyerang Balochistan, Pakistan.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved