Tribun Bantaeng
Ditolak Legislator Jadi Sekwan DPRD Bantaeng, Jufri Kau: Ini Kewenangan Bupati
Jufri Kau tetap dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) Bantaeng.Ia dilantik Bupati Bantaeng Ilham Azikin pada Jumat (13/8/2021).
Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Jufri Kau tetap dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan) Bantaeng.
Ia dilantik Bupati Bantaeng Ilham Azikin pada Jumat (13/8/2021).
Padahal sebelumnya, dua anggota DPRD Bantaeng menolak Jufri Kau menjabat sebagai Sekwan Bantaeng.
Jufri Kau menganggap bahwa penolakan dua legislator hanya dinamika saja.
"Itu hanya dinamika saja dan hal itu biasa terjadi. Itu kembali ke penentu kebijakan, akhirnya penentu kebijakan menunjukkan semua," kata Jufri saat dihubungi TribunBantaeng.com via telepon selular Senin, (16/8/2021).
Menurutnya, jabatan sebagai Sekwan bukan datang atas kemauan dari dirinya.
Tetapi ia ditetapkan menjadi Sekwan atas ketetapan dari Bupati Bantaeng, Ilham Azikin.
"Kalau penetapan itu menjadi kewenangan kepala Daerah," ujar Jufri.
Sehingga amanah tersebut merupakan kepercayaan yang harus ia jaga.
Jufri menegaskan, kepercayaan yang telah diberikan tidak akan disia-siakan dan dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Ia berjanji akan berusaha melakukan yang terbaik dalam membangun hubungan antara eksekutif dan legislatif.
"Kedepannya ingin lebih baik lagi dari sebelumnya. Saya berusaha untuk menjadi fasilitator terbaik antara pemerintah daerah dengan pihak legislatif," tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Aditiawan Said menolak Jufri karena dianggap sangat arogan sehingga dinilai tidak pantas menduduki jabatan Sekwan.
"Ini pendapat pribadi, kalau Saya karakternya ini pak Jufri ini arogan. Layaknya kita dalam rumah tangga, dia itu sebagai Kepala Rumah tangga," kata Aditiawan saat dihubungi TribunBantaeng.com, Selasa, (3/8/2021), malam.
Menurut legislator Hanura itu, apabila Sekwan dijabat oleh Jufri, maka akan berimbas pada anggota DPRD lainnya.
Kata dia, lembaga DPRD Bantaeng membutuhkan pejabat Sekwan yang dapat merangkul semua anggota Dewan.
Pasalnya, Sekwan dianggap sebagai kepala rumah tangga dalam lembaga DPRD
"Saya butuh dia merangkul teman-teman dan tidak membeda-bedakan teman-teman di DPRD," ujarnya.
"Logikanya kepala keluarga Tidak baik sama anaknya itu bagaimana. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda untuk merangkul kita," ujarnya.
Lebih lanjut Aditiawan, penolakan itu murni karena alasan sifat Jufri yang dianggap arogan.
"Saya tidak adaji siapa pantas atau tidak Sepanjang itu kooperatif," ujarnya.
Sehingga seorang sekwan harus menjaga elektabilitas pemerintahan.
Terkait dengan police line yang terpasang di pintu masuk ruang Sekwan, ditegaskan bahwa tidak ada dalam hal ini tidak ada hubungannya dengan tindakan hukum.
Police line dipasang hanya untuk menegaskan penolakan kepada pejabat Sekwan baru.
"Terkait dengan Police Line itu sembarangji orang membeli banyakji di market place," ujarnya.
Police Line hanya untuk mempertegas bahwa ia menolak Jufri menjabat sebagai Sekwan.
Laporan wartawan TribunBantaeng.com, Achmad Nasution.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/sekretaris-dewan-dprd-bantaeng-jufri-kau-4.jpg)