Tribun Edukasi
Kapan Tanda Tanya dan Tanda Seru Digunakan?
Tanda baca dalam sebuah kalimat sangat penting. Apalagi setiap kalimat memiliki makna yang berbeda, sehingga membutuhkan tanda baca.
TRIBUN-TIMUR.COM - Tanda baca dalam sebuah kalimat sangat penting.
Apalagi setiap kalimat memiliki makna yang berbeda, sehingga membutuhkan tanda baca.
Seperti ada kalimat sifatnya menyeru, memerintah, dan juga bertanya tentu akan berbeda.
Seperti jika kalimat menyeru, maka nada suara digunakan bisa lebih tinggi dan tegas.
Namun dalam tulisan, tidak bisa digunakan intonasi sehingga digunakanlah tanda baca seperti tanda tanya dan tanda seru.
Aturan penggunaan tanda tanya dan tanda seru pada kalimat bahasa Indonesia diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (2016) yang disusun oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai berikut:
Penggunaan tanda tanya
Tanda tanya dipakai di akhir setiap kalimat tanya. Kalimat tanya dicirkan dengan adanya kata apa, kenapa, siapa, kapan, di mana, bagaimana, manakah, benarkah, apakah, yang mana, dan sebagainya. Contoh penggunaan tanda tanya pada kalimat tanya:
A. Menurutmu, apa yang harus aku lakukan?
B. Bagaimana cara kerja kereta magnet?
C. Seberapa sering kamu pulang ke kampung halaman?
D. Siapa penemu listrik bolak-balik?
E. Mengapa kamu tidak mengerjakan PR?
F. Berapa harga celana ini bu?
Tanda tanya dipakai untuk menyatakan bagian kalimat yang disangsikan kebenarannya. Penulisan tersebut dilakukan dengan memasukkan tanda tanya dalam kalimat kurung, misalnya:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/koma-merupakan-tanda-baca-yang-digambarkan-dengan-simbol.jpg)