Ada Anak Makassar di Balik Kisruh Proyek Gedung Tertinggi di Indonesia dengan Investor China
Peletakan batu pertama Menara kembar 64 lantai ini adalah Presiden Joko Widodo, Januari 2015 lalu.
Penulis: Thamzil Thahir | Editor: Ina Maharani
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Megaproyek Gedung Indonesia 1 di kawasan bisnis utama Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, mulai bersengketa, setelah lima tahun beroperasi.
Peletakan batu pertama Menara kembar 64 lantai ini adalah Presiden Joko Widodo, Januari 2015 lalu.
Pekan lalu, kontraktor utama proyek China Sonangol Real Estate, Pte Ltd (CSRE), dilapor ke Mapolda Metro Jaya.
Sang pelapor adalah Pt Media Property Indonesia (MPi).
MPI adalah anak usaha Media Group.
CEO Media Group adalaH Mohammad Mirdal Akib (45).
Mirdal adalah anak Makassar.
Media Group melalui anak usahanya PT MPI, terpaksa meranah hukumkan proyek ini, karena menilai investor asing tak menghormati komitmen awal dan tak memiliki etika bisnis.
"Tak ada kata mundur demi mempertahankan etika bisnis yang baik di Tanah Air," kata alumnus SDN 1 Mangkura Makassar ini, dalam rilis yang diterima Tribun, Jumat (12/8/2021).
Sejatinya bersama CSRE, Media Group adalah aliansi korporasi.
Media Group adalah kelompok usaha milik Surya Paloh.
Tahun 2014, China Senagol Group dan Media Group sepakat membangun megaproyek skyscraper senilai Rp 8 Trilun di sekitar Bundaran Hotel Indonesia.
Kesepakatan itu tertuang dalam aliansi usaha dengan nama PT China Sonangol Media Investment (CMSI).
"Awalnya konsorsium ini kesepahaman dan persahabatan, tapi di perjalanan ada ketidakadilan," ujar Mirdal.
Di konsorsium CMSI, China Senagol menguasai saham mayoritas, 70%. Sisanya, 30% disetor Pt Media Property Indonesia (MPI), salah satu anak usaha Media Group.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/mirdal-akib-dan-gedung-indonesia-1.jpg)