Tribun Sidrap
Temui Dollah Mando Jelang Pilgub Sulsel, Iwan Aras Mulai Garap Basis Rusdi Masse di Sidrap
Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) terus menggencarkan lawatan politik ke kabupaten kota menuju pemilu 2024.
Penulis: Ari Maryadi | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) terus menggencarkan lawatan politik ke kabupaten kota menuju pemilu 2024.
Kali ini AIA menemui Bupati Sidrap Dollah Mando di Rumah Jabatan Bupati Sidrap, Kamis (12/8/2021) malam.
Ini lawatan politik ketiga dalam tiga hari berturut-turut setelah Kabupaten Wajo dan Bone.
Nama orang nomor satu Gerindra Sulsel itu terus dikait-kaitkan untuk maju calon Gubernur 2024 melawan Andi Sudirman Sulaiman.
Apalagi Ketua Kadin Sulsel itu punya jaringan pengusaha di 24 kabupaten kota.
Namun saat ditanya soal kesiapan Pilgub Sulsel, AIA mengaku belum mau berpikir terlalu jauh.
AIA mengaku turun melakukan konsolidasi kader Gerindra kabupaten kota sekaligus membenahi struktur partai menghadapi pemilu 2024.
Bupati Sidrap Dollah Mando merupakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Sidrap.
"Kita turun ke daerah hanya ingin memaksimalkan koordinasi dan komunikasi dengan DPC Gerindra kabupaten dan kota, tugas kita membenahi dan memperkuat struktur partai menghadapi pemilu dan pilpres 2024," kata AIA saat dihubungi Jumat (13/8/2021).
Selain itu, AIA mengatakan turun mengunjungi kabupaten kota dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Komisi Infrastruktur DPR RI.
AIA mengaku ingin mengawal proyek pembangunan infrastruktur nasional di Sulawesi Selatan.
"Kemarin kita diundang Bupati Wajo Bapak Amran Mahmud. Beliau menyampaikan aspirasi pembangunan infrastruktur nasional di Kabupaten Wajo, sebagai legislator dapil Sulsel kita berupaya memperjuangkan di DPR RI," katanya.
AIA mengaku belum mau bicara lebih dini soal peluangnya maju Pilgub Sulsel 2024.
AIA mengatakan peluangnya maju Pilgub Sulsel 2024 akan ditentukan oleh capaiannya Gerindra di Pileg 2024 mendatang.
Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan, hasil pileg 2019 tidak bisa menjadi kendaraan maju Pilgub Sulsel 2024 mendatang.
Hal itu berdasarkan desain Komisi II DPR RI bersama KPU RI, Mendagri, Bawaslu, hingga DKPP.
Desain KPU RI, pemilihan umum legislatif dan pemilihan umum presiden 2024 akan digelar lebih dulu, yaitu Februari 2024.
Sementara Pilgub dan pilkada kabupaten kota serentak digelar 9 bulan kemudian pada November 2024.
Pilkada Serentak 2024 akan menggunakan tiket hasil pileg februari.
"Jadi variabel-variabel yang sangat menentukan itu ada di pileg, karena tiket pileg nanti jadi tiket pengusungan pasangan calon di pilkada serentak," kata AIA.
Saat ini, kata AIA, Partai Gerindra Sulsel sedang fokus membenahi dan memperkuat infrastruktur politik ke 24 kabupaten kota.
Ia terus memperkuat mesin partai dalam tiga tahun menuju pemilu 2024 mendatang.
Apalagi Gerindra menargetkan jadi menang, mengalahkan Partai Golkar dan Partai Nasdem.
Gerindra menargetkan 15 kursi, naik 4 kursi dibanding pemilu 2014 lalu.
"Saat ini Gerindra kita fokus pembenahan infrastruktur partai, dalam upaya hadapi pileg dan pilpres karena pelaksanaan lebih awal dilaksanakan sebelum pilkada serentak," ujarnya.
Pemilihan Gubernur Sulsel 2024 masih lama.
Namun sejumlah figur sudah digadang-gadang layak bersaing memperebutkan kosong satu Sulsel.
Sekedar diketahui, Kabupaten Sidrap merupakan salah satu basis Ketua Nasdem Sulsel, Rusdi Masse.
Rusdi Masse dua priode menjabat sebagai Bupati Sidrap.
Laporan Kontributor TribunMakassar.com @bungari95
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/andi-iwan-darmawan-aras-menemui-bupati-sidrap-dollah-mando-di-rujab-bupati-sidrap.jpg)