Penanganan Covid
Bakal Bentuk Posko Perbatasan, Pemkot Makassar Sediakan 3 Ribu Swab Antigen
Setelah mencanangkan pembentukan Posko Perbatasan, Walikota Makassar, Danny Pomanto berencana melakukan swab antigen massal.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Setelah mencanangkan pembentukan Posko Perbatasan, Walikota Makassar, Danny Pomanto berencana melakukan swab antigen massal.
Ia mengaku, pihaknya telah menyiapkan 3 ribu swab antigen yang bakal disimpan di masing-masing posko perbatasan.
"Kali ini kita tegas prokes, saya akan mendahulukan TNI-Polri kedepan untuk penegakan prokes. Tadi kami sudah lapor, kalau akan menyebar 3 ribu antigen di perbatasan-perbatasan, kalau tidak salah kita ada enam pintu," ujar Danny.
Namun terkait teknisnya, Danny menyerahkan hal itu sepenuhnya kepada TNI-Polri.
"Posnya belum jalan, sebentar saya baru mau kordinasi dengan forkopimda.
Dan teknisnya nanti itu, diatur oleh TNI-Polri, karena saya sudah serahkan komandonya ke mereka," jelasnya.
"Jadi mengenai ketegasan prokes, TNI-Polri yang atur. Intinya kami hanya menyiapkan orang, dan menyiapkan antigen," lanjutnya
Hal ini dilakukan, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar bisa fokus melakukan swab massal di dalam kota.
"Kita akan kordinasikan, kemungkinan kita akan bikin swab massal, termasuk detektor akan turun," tutupnya.
Sebelumnya,Danny Pomanto dan Bulati Gowa, Adnan Purichta Ichsan telah menyepakati untuk membentuk posko perbatasan.
Meskipun kata Adnan, pihaknya sudah lebih dulu melakukan hal tersebut.
"Kita sudah sepakat membentuk posko2 di setiap perbatasan. Nanti kami juga kerahkan personel untuk jaga perbatasan. Kami akan serahkan komando ke TNI-Polri, diback-up Satpol PP," ujar Danny.
Alasannya menyerahkan komando posko perbatasan ke TNI-Polri, sebab Danny menilai, TNI-Polri lebih tepat untuk memimpin pos perbatasan
"Kenapa kami serahkan ke TNI Polri, karena kalau Pemerintah Kota yang tegas, biasanya ada resisten dari masyarakat. Tapi kalau yang tegas itu TNI-Polri biasanya masyarakat lebih bisa terima," jelasnya.
Sehingga Pemerintah Kota nantinya bisa berfokus melakukan tracing dari rumah ke rumah.
"Nanti kami untuk bergerilya di rumah-rumah. Jadi nanti kami mau rapat bersama TNI-Polri, jadi baru besok bisa kami laksanakan, karena butuh persiapan- persiapan khusus," terangnya.
Laporan tribuntimur.com, AM Ikhsan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/walikota-makassar-danny-pomanto-saat-ditemui-di-kediaman-pribadinya-482021.jpg)