Tribun Gowa
Innalillah Sulsel Berduka, Seniman Sinrilik Gowa Daeng Tutu Meninggal Dunia
H Syarifuddin Dg Tutu lahir Sungguminasa, Gowa, tanggal 28 April 1955.
Penulis: Sayyid Zulfadli Saleh Wahab | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Innalillahi Wa Inna Ilaihi rojiun. Kabar duka Seniman Sinrilik Gowa, H Syarifuddin Daeng Tutu meninggal dunia, Selasa (3/8/2021).
Ia menghembuskan nafas terakhirnya di usia 66 tahun.
H Syarifuddin Dg Tutu lahir Sungguminasa, Gowa, tanggal 28 April 1955.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan empat orang anak, tiga anak perempuan dan satu anak laki-laki yang masih kecil.
Nama Syarifuddin Daeng Tutu sudah tidak asing lagi bagi publik Sulawesi Selatan.
Dg Tutu adalah seorang seniman handal yang melestarikan kesenian Sinrili.
Bersama dengan Sinrilik, Dg Tutu telah melalang buana hingga ke mancanegara.
Anak ketiga Nurfatimah (24), mengatakan almarhum menghembuskan nafas terakhirnya sekira pukul 6 30 pagi tadi.
Almarhum dikebumikan di pekuburan keluarga di Desa Taeng Kabupaten Gowa.
"Sudah dimakamkan selepas shalat zhuhur tadi di Desa Taeng," ujarnya kepada tribungowa.com, saat ditemui di rumah duka Jl Poros Malino, Kabupaten Gowa, Selasa (3/8/2021) malam.
Dia mengungkapkan bahwa almaruhum menderita penyakit diabetes kurang lebih setahun.
Penyakit tersebut kata dia, adalah penyakit keterunan keluarga.
"Sempat dirawat di klinik dekat rumah, kurang lebih setahun beliau sakit diabetes," katanya.
Sebelum wafat, Dg Tutu terakhir membawakan sinrili' di salah satu resepsi pernikahan pada tanggal 27 bulan juli 2021.
"Disitu masih bagus kondisinnya tapi kurang bertenaga, iye masih sehat ki tapi sudah pakai tongkat kalau jalan," bebernya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/seniman-sinrilik-gowa.jpg)