Penanganan Covid
Hari Kedua Beroperasi, Isolasi Apung KM Umsini Tampung 93 Pasien Covid-19
Standar isolasi pasien Covid-19 di Kapal Umsini rata-rata hanya 7 hingga 10 hari.
Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Hari kedua beroperasi, KM Umsini telah menampung 93 orang telah melakukan isolasi.
Walikota Makassar, Danny Pomanto mengatakan, mereka yang isolasi Covid-19 mulai dari orang dewasa, anak-anak, hingga bayi.
"Laporan ke saya ada 76, tapi tadi malam naik 17 lagi. Ada yang satu keluarga isolasi di atas kapal, berarti dia satu tempat," ujar Danny, Selasa (3/8/2021).
Saat ini pemerintah kota masif melakukan tracking kasus Covid-19.
Danny mengatakan, saat ini pemerintah kota memiliki 14 ribu Swab yang bisa mendeteksi 4 variasi mutasi virus baru. Sementara antigen ada 400 ribu.
"Kita punya cukup banyak stok," katanya
Ia menyebut standar isolasi pasien Covid-19 di Kapal Umsini rata-rata hanya 7 hingga 10 hari.
"Begitu 7 hari kapal harus sandar untuk mengisi bahan bakar dan air, di situ juga pergantian alumni, alumni baru naik, alumni lama sudah tamat da turun," jelasnya
Danny Pomanto mengatakan, fasilitas Kapal Umsini telah menyediakan paket berupa masker, suplemen, vitamin, dan Tradsar alias Jus Anti Covid-19 Tradsar.
"Kita mesti doakan cepat-cepat sembuh. Kapal ini akan dipakai sampai dipastikan Corona menurun. Kita diberi kelonggaran sampai kapan pun kita pakai, selama membantu proses isolasi," terangnya
Terkait keluarga yang menjadi pasien isolasi mandiri, Danny mengatakan, mereka bakal disiapkan kamar tersendiri, yang terpisah dari pasien lainnya.
"Kalau bayi dan keluarga kita siapkan kamar, ini menariknya kalau perempuan ada kamar. Kalau mereka sendiri itu di kapsul recover," katanya.
"Kalau dia bersaudara, atau berkeluarga langsung kita masukkan ke kamar. Jadi fasilitas Umsini ini sangat lengkap, dalam berbagai formasi pasien yang dibuthkan, untuk menjalankan isolasi di kapal ini," sambungnya
Kata Danny, Ini baru awal, belum dalam kapasitas maksimal.
"Jika kapasitas maksimal, maka lebih banyak orang dipisahkan antara orang sehat, dan orang sakit di rumahnya. Saya melihat, keluarga tadi ada yang berteman, ada yang berkeluarga, ada yang kakak adek," katanya.